Waspada Kanker Hati, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kanker hati disebabkan oleh berbagai faktor. Bukan hanya konsumsi alkohol yang berlebih. Bisa jadi akibat akumulasi penumpukan lemak di hati yang berhubungan erat dengan obesitas dan diabetes.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Waspada Kanker Hati, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Ilustrasi kanker hati. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Kanker hati disebabkan oleh berbagai faktor. Bukan hanya konsumsi alkohol yang berlebih. Bisa jadi akibat akumulasi penumpukan lemak di hati yang berhubungan erat dengan obesitas dan diabetes.

Hepatitis B dan C juga bisa menjadi penyebab utama kanker hati. Banyak pasien meninggal karena telat menangani kanker hati.

Pada dasarnya kanker hati dibagi menjadi dua macam. Yaitu kanker hati primer dan kanker hati metastasis.

Kanker hati primer merupakan kanker yang terjadi dari sel-sel hati yang normal berubah menjadi sel-sel abnormal. Sementara kanker hati metastatis yaitu kanker hati yang berasal dari penyebaran kanker dari organ lain. Misalnya, usus besar, paru-paru atau payudara. Kanker hati primer yang terbanyak adalah hepatocellular carcinoma (HCC).

Data Global Cancer Observatory (Globocan) 2020 mencatat, kanker hati merupakan salah satu dari empat penyebab kematian akibat kanker paling banyak di Indonesia.

Mayoritas penderita kanker hati primer di dunia memiliki penyakit hati kronis. Seperti sirosis hati yaitu terbentuknya jaringan parut di hati akibat penyakit kronis.

Dokter Hendra Nurjadin, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, Mayapada Hospital Tangerang menjelaskan, sirosis hati tidak hanya disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih, pada banyak kasus yang ditemukan sirosis disebabkan oleh penyakit hati yang tidak berhubungan dengan alkohol atau disebut Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH).

Yaitu, terjadinya penumpukan lemak di hati, yang berhubungan dengan obesitas, sindrom metabolik dan diabetes.

"Infeksi hepatitis B dan C yang banyak terjadi di Indonesia juga merupakan penyebab banyaknya sirosis hati yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus kanker hati. Dimana sebenarnya hepatitis B ini dapat dicegah dengan vaksinasi dan hepatitis C dapat dengan mudah diobati, cukup hanya 3 bulan saja dengan obat-obatan anti virus yang baru," kata Hendra, dikutip dari Antara, Selasa (22/3).

Pentingya Deteksi Dini

Seperti kasus kanker yang lainnya, terdiagnosis sejak dini adalah kunci utama penanganan kanker hati. Pilihan terapi kanker hati bergantung pada stadium kanker hati.

Semakin kecil ukuran tumor dan semakin rendah stadium kanker, serta fungsi hati dan kondisi kesehatan yang baik, maka kanker hati dapat dioperasi.

Di Indonesia, banyak pasien datang terlambat berobat kanker hati. Karena selain tidak melakukan medical check-up secara berkala, pasien juga sering datang terlambat karena menduga hanya mengeluh sakit maag dan mengobatinya dengan hanya menjalani pengobatan maag.

"Setelah penyakit menjadi berat dan keluhan menjadi semakin nyata seperti nyeri pada perut, perut membesar, mudah memar dan perdarahan, kulit dan mata menguning, serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, barulah pasien datang, padahal pasien datang dalam kondisi sudah stadium lanjut," kata Prof. Dr. Abdul Aziz Rani, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Senada, Dokter Kaka Renaldi, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi, Mayapada Hospital Kuningan mengatakan, deteksi dini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk pemeriksaan hepatitis, pemeriksaan rutin USG hati serta pemeriksaan darah fungsi hati termasuk penanda tumor AFP (Alfa Feto Protein).

"Dan bagi seseorang yang sudah menderita hepatitis B dan C serta memiliki fungsi hati yang abnormal, penting menjalani pemantauan rutin minimal enam bulan sekali,” terang dia.

Kanker memiliki beragam pengobatan berdasarkan jenis kanker, dan juga untuk setiap orang. Termasuk penanganan kanker hati.

Cara Mencegahnya

Ada terapi yang berhasil bagi satu orang, namun terapi yang sama mungkin akan gagal bagi orang lain.

Untuk itu perlu dilakukan penelusuran menyeluruh mengenai kondisi setiap pasien dari berbagai sudut pandang, sehingga penanganan kanker hati dapat dibuat sesuai kebutuhan individu atau tailored cancer treatment.

Untuk mengurangi risiko kanker hati mulailah dengan menjaga berat badan yang sehat dan ideal. Lakukan vaksinasi terhadap Hepatitis B, lakukan tes Hepatitis C.

Jangan merokok, atau segera berhenti jika Anda melakukannya. Hindari minum terlalu banyak alkohol. Serta jangan lupa rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, kata dr. Dion Ade Putra, Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif Mayapada Hospital Tangerang.

Rekomendasi