Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengucapkan terima kasih kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia. Dia mengatakan mereka adalah sosok yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.
Pengabdian ini tak luput dari risiko kehilangan nyawa. Tercatat, ribuan nakes Indonesia, di antaranya 750 dokter gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa.
"Ucapan terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan Indonesia, serta kepada keluarga para pahlawan Covid-19. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, membalas pengorbanan mereka dengan kebaikan di dunia dan di akhirat," kata Wapres saat memberikan testimoni secara virtual dalam pembukaan Monumen Pengabdian Dokter Indonesia, di Jakarta, Kamis (17/3).
"Namun di tengah tekanan dan kesedihan, kita tidak boleh menyerah, kita terus bahu-membahu untuk menghadapi tantangan dan berusaha pulih sebagai bangsa yang lebih kuat," ungkapnya.
Ma'ruf mengatakan monumen Pengabdian Dokter Indonesia yang didirikan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini adalah pengingat bahwa bangsa Indonesia pernah melewati sebuah ujian sangat berat. Namun, tetap berpegang pada semangat pantang menyerah dan gotong royong.
Dia juga berharap, keberadaan monumen ini akan menumbuhkan jiwa pengabdian dan perjuangan anak bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih kuat.
"Saya juga berharap, monumen ini akan membangkitkan spirit pengabdian dan perjuangan kita demi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang kita cintai," harapnya.
Advertisement
Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng Mohammad Faqih menekankan, selain sebagai bentuk penghargaan/apresiasi, monumen ini lebih dimaksudkan untuk mengabadikan semangat dari para dokter yang gugur dalam perjuangannya menangani pandemi Covid-19 agar dapat menjadi contoh oleh dokter-dokter yang lain.
“Mudah-mudahan acara dan monumen yang sederhana ini menjadi tonggak titik nol atau kembalinya semangat perjuangan dokter Indonesia untuk lebih kuat lagi mengabdi kepada rakyat Indonesia, mengabdi di bidang pelayanan, mengabdi di bidang kesehatan,” harap Daeng.
Hal tersebut, lanjut Daeng, selaras dengan dua jati diri dokter Indonesia sebagai insan pejuang kemanusiaan yang memegang nilai-nilai humanisme dan altruisme serta sebagai pejuang kemerdekaan karena IDI memang dilahirkan pada saat kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pandemi ini alhamdulillah membuktikan jiwa itu masih melekat pada dokter Indonesia,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 IDI Zubairi Djoerban, Ketua Panitia Nurhidayat Pua Upa, jajaran pengurus dan anggota IDI, serta berbagai mitra IDI.
Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi dan Masykuri Abdillah, serta Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Lukman Hakim Siregar.