Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Mowilex Indonesia menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) khususnya Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sumatera untuk penanaman 10.000 bibit mangrove di Pasar Rawa Gebang, Langkat, Sumatera Utara, Kamis (10/3).
Mangrove merupakan salah satu tanaman yang dapat menyerap karbon 5 hingga 10 kali lebih banyak dibandingkan pepohonan tropis lain. Mangrove juga mampu menahan arus laut yang dapat mengikis daratan pantai, pohon mangrove memiliki buah yang mampu diolah menjadi berbagai bahan makanan yang dapat menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan penanaman bibit mangrove ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK Dr. Bambang Supriyanto, Ketua LPHD Pasar Rawa Rudy Irwansyah, CEO Mowilex Niko Safavi dan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin.
Afandin menegaskan pemerintah terus berkomitmen memberikan perhatian atas pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Menurut dia, hal tersebut dapat berjalan maksimal dengan adanya pandangan yang sama dari seluruh elemen.
"Persepsi yang sama jauh kedepan menjaga mangrove, ini bisa memberikan hasil positif untuk kesejahteraan, khususnya masyarakat pesisir," ujar Afandin. Seperti dikutip dari keterangan yang diterima, Selasa (15/3).
Bambang Supriyanto dari KLHK mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak atas kolaborasi kegiatan rehabilitasi mangrove di areal persetujuan pengelolaan Perhutanan Sosial.
"Inisiatif positif ini akan memberikan dampak bagi perbaikan lingkungan, hutan lestari dan peningkatan ekonomi masyarakat," kata Bambang.
"Kami sangat gembira atas sumbangan 10.000 bibit mangrove, dengan semangat yang sama untuk melestarikan lingkungan," tambah Ketua LPHD Pasar Rawa, Rudy Irwansyah.
Sementara itu, Niko Safavi penanaman mangrove merupakan program lanjutan dalam komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami turut berkontribusi juga dalam penghijauan pada hutan Rimba Raya yang menjadi rumah bagi ratusan Orang Utan di Kalimantan, serta berkomitmen bersama Konservasi Indonesia dan Pemerintah Sumbawa untuk melindungi habitat Hiu Paus di Teluk Saleh, upaya ini kami lakukan agar alam Indonesia tetap terjaga kelestariannya," jelas Niko Safavi
"Kami percaya bahwa apa yang kami tanam hari ini, tentunya ini adalah warisan lingkungan untuk anak cucu kita dikemudian hari," tambah Anna Yesito Wibowo, Chief Marketing Officer Mowilex.