Jokowi: Membangun IKN Pekerjaan Rumit, Butuh Waktu 15-20 Tahun

Jokowi menuturkan dengan dilantiknya Kepala Badan Otorita Bambang Susantono dan Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe sudah bisa disiapkan terkait kelembagaan, perencanaan pembangunan IKN. Proyeksi yang akan dikerjakan dapat lebih rinci.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Jokowi: Membangun IKN Pekerjaan Rumit, Butuh Waktu 15-20 Tahun
Jokowi Bicara Istana di IKN. Intan Umbari Prihatin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuturkan untuk membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) tidaklah mudah. Butuh waktu 15-20 tahun sehingga rampung proyek besar itu.

"Ini kan sebuah pekerjaan yang raksasa besarnya. Ini pekerjaan besar sekali. Jadi dan juga bukan pekerjaan mudah, ini pekerja rumit. Memang butuh waktu yang panjang. Perkiraan kita 15-20 tahun baru bisa diselesaikan," kata Jokowi dalam saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/3).

Jokowi mengatakan, dengan dilantiknya Kepala Badan Otorita Bambang Susantono dan Wakil Kepala Otorita IKN, Dhony Rahajoe sudah bisa disiapkan terkait kelembagaan, perencanaan pembangunan IKN. Proyeksi yang akan dikerjakan dapat lebih rinci.

"Kira harapkan dengan sudah terbentuknya otorita, ada kepala otorita, wakil kepala otorita, nanti yang siapkan kelembagaan sudah ada, perencanaan lebih detail DED disiapkan, sehingga makin kelihatan nanti. Yang paling penting memang infrastruktur dasar yang segera dimulai," kata Jokowi.

Sementara itu Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengaku pembangunan kota butuh 15-20 tahun. Hal itu disampaikannya usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta (10/3).

"Untuk membangun kota dengan baik tentu memerlukan waktu 15-20 tahun biasanya sehingga kota itu benar-benar mempunyai roh atau soul of the city," kata Bambang.

Dia menjelaskan fokus kali ini tidak hanya membangun fisik saja. Melainkan membangun kerekatan sosial, interaksi antar warganya, kemudian bagaimana kota tersebut benar-benar akan menjadi jadi kota layak huni, humanis, dan livable.

Lebih lanjut dia menjelaskan pihaknya akan segera menghubungi pihak-pihak Kementerian/Lembaga terkait yang selama ini sudah mempersiapkan konsepnya. Mulai dari Bappenas yang sudah lebih dari 2017 melakukan berbagai macam penelitian.

"KL lain yang meneruskan pembangunan, pupr dan lain. Melalui kesempatan ini," bebernya.

Kemudian dia juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak. Sehingga IKN bisa merefleksikan kenusantaraan.

"Kekitaan semua tentu dengan kearifan lokal yang sangat tinggi sesuai lokasi yang berada di Kaltim. Untuk itu kami mohon dukungan semua lapisan masyarakat untuk sama-sama kita membangun kota Nusantara sehingga menjadi kota yang inklusif hijau cerdas dan berkelanjutan," pungkasnya.

Rekomendasi