Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 7679 sambaran petir di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dalam sepekan, Senin (28/2) hingga Minggu (6/3). Warga pun diingatkan untuk berhati-hati dan tidak berada di lokasi yang berpotensi tersambar petir.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Margiono mengatakan, sambaran petir terbanyak terjadi pada, Sabtu (5/3), yakni 3.273 kali. "Sementara hari peristiwa terendah sambaran petir yaitu pada tanggal 28 (Senin, 28/2). Pada hari tersebut terjadi sebanyak 215 kali sambaran petir," ungkapnya, Kamis (10/3).
"Berdasarkan daerah, sambaran petir terbanyak terjadi di Kecamatan Kelapa Lima," imbuhnya.
Advertisement
Tips Hindari Sambaran Petir
Margiono memberikan sejumlah tips agar selamat dari sambaran petir. Salah satunya, warga diimbau masuk ke dalam ruangan atau mobil ketika mendengar bunyi guntur.
Saat berada di dalam kolam renang, warga diimbau untuk naik dan menjauh karena petir dapat menghantarkan energi listrik ke air. Lalu, berlindung di bawah pohon juga harus dihindari, karena energi yang menyambar pohon dapat melompat ke tubuh manusia.
"Juga jauhi tiang listrik, menara, atau sesuatu yang tinggi yang mudah tersambar petir," jelas Margiono.
Selain itu, masyarakat juga juga diimbau untuk menghindari sawah, lapangan, atau taman, karena petir juga melepaskan energi ke tanah. Intinya, cari tempat yang aman untuk berlindung.
"Jika sedang berteduh di luar ruangan, atur jarak tiga sampai lima meter dengan orang lain, agar terhindar dari lontaran energi saat petir menyambar," tutup Margiono.