Korban jiwa akibat gempa bumi yang terjadi pada 25 Februari 2022 di Pasaman Barat, Sumatera Barat, bertambah menjadi 11 orang. Jumlah itu bertambah setelah seorang korban gempa yang menjalani perawatan di rumah sakit meninggal dunia di rumah sakit pada Rabu (9/3) pagi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pasaman Barat Edi Murdani di Simpang Empat mengatakan bahwa seorang warga terdampak gempa yang meninggal bernama M. Yunus Tanjung (75).Warga yang meninggal dunia akibat gempa berasal dari Nagari Kajai di Kecamatan Talamau dan Nagari Aua Kuniang di Kecamatan Pasaman.
Sementara itu, warga yang tempat tinggalnya terdampak gempa sebagian masih tinggal di tempat pengungsian yang ada di wilayah Kecamatan Talamau dan Kinali.
Warga yang mengungsi di posko utama di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat sudah mulai kembali ke rumah mereka. Pemerintah menyalurkan bantuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan korban gempa yang masih bertahan di tempat pengungsian.
Advertisement
Pemerintah Bakal Bangun Hunian Sementara untuk Korban Gempa di Pasaman Barat
Pemerintah mulai menyiapkan rencana pembangunan hunian sementara bagi korban gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
"Bagi warga yang rumahnya terdampak gempa, pemerintah akan membantu pembangunan hunian sementara serta hunian tetap," kata Komandan Kodim 0305/Pasaman Letkol Kav Hery Bhakti selaku Komandan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana di Simpang Empat, Jumat malam.
Selain pembangunan hunian sementara, katanya, pemerintah juga akan memberikan dana tunggu hunian bagi warga yang rencana besarannya Rp600 ribu per bulan hingga hunian tetap selesai.
Hery mengatakan untuk melaksanakan rencana itu pihaknya masih menunggu hasil pendataan terhadap kondisi rumah warga.
Dalam melakukan pendataan tersebut pemerintah menggandeng empat universitas untuk mengklasifikasikan kerusakan rumah yang dialami warga apakah rusak berat, sedang, atau ringan.
"Tim telah turun sebanyak 76 orang, semoga pendataan ini bisa segera diselesaikan untuk menjadi acuan kebijakan berikutnya," ujarnya seperti dilansir dari Antara.
Sebelumnya, Pasaman Barat diguncang gempa dengan magnitudo 6,1 pada (25/2) dan berdampak pada tiga kecamatan yani Talamau, Pasaman, dan Kinali.
Hingga Jumat (4/3) malam tercatat 4.800 lebih rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga 11 ribu lebih warga terpaksa mengungsi.
Selain rumah warga, gempa juga tercatat merusak fasilitas pendidikan sebanyak 55 unit, fasilitas kesehatan 13 unit, dan fasilitas ibadah sebanyak 40 unit.
Jumlah korban jiwa yang tercatat hingga Jumat malam sebanyak sembilan orang, 45 orang luka berat, dan 336 luka ringan.