Kawanan Perampok Sekap dan Gasak Uang Ratusan Juta di Ruko Depok Ditangkap

Para pelaku sempat menyekap lalu merampok harta korban.

Bachtiarudin Alam
Oleh Bachtiarudin Alam - Reporter
Kawanan Perampok Sekap dan Gasak Uang Ratusan Juta di Ruko Depok Ditangkap
Kawanan Perampok di Depok Ditangkap. ©2022 Merdeka.com

Polisi menciduk lima pelaku kasus pencurian dengan kekerasan di sebuah ruko elektronik di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Kelima tersangka yang berhasil ditangkap yaitu, JS, MS, D, WJ, RS dengan perannya masing-masing. Para pelaku sempat menyekap untuk merampok harta korban.

"Kasus terjadi pada Selasa, 1 Maret 2022, sekitar pukul 03.00 WIB, di Jl Raya Sawangan, Pancoran Mas, Kota Depok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat jumpa pers di Jumat (4/3).

JS berperan sebagai kapten bersama MS yang masuk ke ruko dan mengancam korban. Kemudian, D, WJ bertugas mengawasi sekitar. Sedangkan ES bertugas menyiapkan kendaraan.

"Korban dalam kasus ini inisial FW, laki-laki. Kemudian tersangka dalam kasus ini ada lima," ujar.

Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya linggis, rencong, kunci, jam tangan, satu unit mobil, rekaman CCTV serta uang tunai Rp40 juta sisa kejahatan.

Atas aksinya tersebut mereka dijerat dengan Pasal 365 Ayat 2 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Sebelumnya, Seorang pengusaha elektronik di Depok menjadi korban penyekapan dan perampokan yang terjadi di Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Korban bernama Ferly Wikarta (42). Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/3) sekitar pukul 03.00 WIB. Perampok datang dan lompat ke lantai empat.

Pelaku diperkirakan tiga orang yang masuk ke toko. Penghuni ruko disekap dengan cara diikat kaki dan tangan serta mulut dilakban. Perampok membawa senjata tajam dan mengancam akan membunuh jika melawan.

"Dia naik dari lantai 4 dia masuk, mbak sama suster diikat dulu kaki tangan, mulut disumpal. Rencong ditaruh di sini, jadi kalau mbaknya teriak diancam dibunuh terus suruh kasih tahu di sini ada berapa orang semuanya," kata Ferly, Rabu (2/3).

Kemudian pelaku turun ke lantai bawah menuju ruang tidur korban. Penghuni rumah yang diikat pelaku sebanyak lima orang. Yaitu istri korban, suster dan karyawan.

"Semua diikat mulut disumpal, cuma kalau saya mulut nggak disumpal karena waktu diikat itu saya kerja sama ditanya kunci di mana di sini, sini. Kunci brankas berapa saya kasih tahu. Karena saya juga diancam kalau salah saya diketok pakai linggis," paparnya.

Akibat peristiwa itu korban mengalami kerugian hingga ratusan juta. Selain itu enam jam tangan senilai Rp150 juta serta enam ponsel senilai Rp40 juta juga digondol.

"Kurang lebih total Rp390 juta. Uang ada di brankas, makanya waktu argumen buka brankas dia sudah senang semua. Tapi yang satu ngotot masih emas tetapi dia ngomong sudah cukup enggak usah ini sudah banyak kok," ungkap dia.

Rekomendasi