Jawab Pesan Jokowi, Polri akan Tindak Tegas Anggota Undang Penceramah Radikal

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, arahan itu bakal diimplementasikan melalui pembinaan kepada para anggota serta istrinya agar tidak mengundang penceramah radikal. Namun, ia tidak merinci teknis implementasi pembinaan tersebut.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Jawab Pesan Jokowi, Polri akan Tindak Tegas Anggota Undang Penceramah Radikal
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. ©Divisi Humas Mabes Polri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan TNI-Polri beserta keluarganya tidak bisa bersikap bebas layaknya masyarakat sipil dalam berdemokrasi. Salah satunya, tidak bisa sembarangan dalam mengundang penceramah.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, apa yang menjadi arahan Presiden Jokowi menjadi pedoman lembaganya.

"Apabila terbukti ada yang dilanggar, maka Propam akan menindak tegas anggota-anggota tersebut," kata Dedi saat dihubungi, Rabu (2/3).

Dedi menilai, sisi positif dari arahan itu untuk kebaikan bersama seluruh anggota Korps Bhayangkara.

"Karena ini untuk kebaikan bersama dan memitigasi sebaran paham-paham radikalisme," sebutnya.

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, arahan itu bakal diimplementasikan melalui pembinaan kepada para anggota serta istrinya agar tidak mengundang penceramah radikal. Namun, ia tidak merinci teknis implementasi pembinaan tersebut.

"Ya (pembinaan anggota) itu juga bagian yang ditindak lanjut," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan TNI-Polri beserta keluarganya tidak bisa bersikap bebas layaknya masyarakat sipil dalam berdemokrasi. Salah satunya, TNI-Polri maupun keluarganya tidak bisa sembarangan mengundang penceramah.

Menurut dia, tentara dan polisi tidak bisa terlibat dalam urusan demokrasi. Hal ini juga harus diterapkan kepada keluarga masing-masing agar memberikan contoh kedisiplinan nasional kepada masyarakat.

"Hal seperti ini harus mulai dikencangkan lagi, supaya masyarakat itu melihat dan bisa kita bawa juga ke arah kedisiplinan nasional. Ini bukan hanya bapak/ibu yang kerja, tapi yang di rumah juga sama," kata Jokowi dalam Pembukaan Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2022 di Jakarta Timur, Selasa (1/3).

"Hati-hati ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinnya harus sama. Enggak bisa ibu-ibu manggil, ngumpulin ibu-ibu yang lain, manggil penceramah semaunya atas nama demokrasi. Sekali lagi di tentara, polisi, enggak bisa seperti itu," sambungnya.

Dia mengatakan TNI-Polri harus mengoordinir penceramah yang diundang oleh keluarga mereka. Hal ini untuk mencegah penyebaran paham-paham radikal.

"Makro mikro harus kita urus juga. Tau-tau undang penceramah radikal. Nah, hati-hati. Juga hal-hal kecil tapi harus mulai didisplinkan," ucapnya.

Rekomendasi