Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan drastis. Kondisi ini membuat dua tempat isolasi terpadu yang disiapkan Pemkab Sleman yaitu di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang sudah terisi lebih kurang 80 persen dari kapasitas maksimalnya.
Menanggapi kondisi ini, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pun melakukan gerak cepat dengan mencari tambahan tempat isolasi terpadu. Kustini pun tengah menjalin komunikasi dengan perguruan tinggi untuk meminjam gedung yang akan dipakai untuk isolasi terpadu.
Selain itu, Kustini juga berencana mengaktifkan shelter isolasi di 86 kalurahan yang ada di Sleman. Langkah ini dilakukan Kustini untuk mengantisipasi lonjakan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sleman.
"Keterisian bed di Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang sudah di atas 80 persen. Sleman, akan menambah tempat isolasi terpadu," kata Kustini, Kamis (16/2).
"Kita antisipasi agar tidak ada yang terlantar. Kita aktifkan lagi isoter (isolasi terpadu) di beberapa kampus. Saya juga perintahkan shelter isolasi yang ada di 86 kelurahan untuk diaktifkan kembali," sambung Kustini.
Advertisement
Selain menyiapkan tempat isolasi terpadu, Kustini juga akan menambah stok obat-obatan dan vitamin. Selain itu juga akan menambah layanan telemedicine untuk warga yang menjalani isolasi mandiri.
Kustini pun mewanti-wanti kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes saat beraktivitas. Melalui penerapan prokes yang ketat, Kustini berharap bisa mencegah penularan.
"Saya berharap masyarakat makin waspada dengan situasi yang ada. Protokol kesehatan diperkuat lagi terutama pakai masker. Jangan sampai menjadi besar lagi (penularan Covid-19 di Sleman)," pungkas Kustini.