Berani Berubah: Warga Kompak Sulap Limbah jadi Barang Berharga

Pertama kali Zaenuri menjual barang-barang tersebut di Bali. Kini, barang-barang buatan mereka mulai diminati warga lokal hingga mancanegara

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Berani Berubah: Warga Kompak Sulap Limbah jadi Barang Berharga
Kerajinan dari Pelepah Pisang. istimewa

Muhammad Zaenuri memanfaatkan limbah pelepah pisang jadi barang berharga. Dari tangan kreatifnya, Zaenuri bisa menyulap pelepah pisang jadi lampu hias. Ide uniknya justru jadi menghasilkan pundi-pundi uang.

Zaenuri sudah terbiasa membuat kerajinan-kerajinan unik, karena pernah bekerja di salah satu toko di Bali. Setelah kembali ke Lombok, Zaenuri berpikir untuk membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan limbah.

"Bahan dasar yang saya pergunakan di kerajinan saya yaitu bahan dasarnya limbah. Limbah dari pelepah pisang yang sangat banyak di kampung saya ini. Terus yang kedua berbahan dasar dari bambu," kata Zaenuri.

Zaenuri juga berpikir untuk menggerakkan kreativitas warga, dengan membuat kerajinan unik ini. Dengan begitu, kerajinannya bisa menghasilkan uang.

"Di sana saya berpikir untuk mengajak warga sekitar bagaimana caranya membikin suatu ide barang yang bisa menghasilkan uang," kata Zaenuri.

Pertama kali Zaenuri menjual barang-barang tersebut di Bali. Kini, barang-barang buatan mereka mulai diminati warga lokal hingga mancanegara. Bahkan hasil kreativitas mereka dikirim ke Amerika Serikat, Australia dan Prancis.

Zaenuri bangga dengan kerja keras warga sekitar. Meski sebagian warga terdampak pandemi Covid-19, namun mereka tidak menyerah. Mereka tetap berusaha dan tidak gengsi membuat kerajinan dari bahan sederhana.

"Gengsi itu kalau bisa kita buang jauh-jauh karena gengsi itu bisa tidak ada apa-apanya kalau kita mikir untuk maju," kata Zaenuri.

Rekomendasi