Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memanfaatkan satu unit rumah yang dihibahkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebagai tempat isolasi terpusat (isoter). Rumah yang diberi nama Ndalem Priyosuhartan itu dulunya milik Kakorlantas Polri Djoko Susilo yang tersandung kasus korupsi simulator SIM.
Sejak Rabu (9/2) sore hingga Kamis (10/2) siang, rumah besar di belakang Pasar Kabangan, Laweyan itu sudah dihuni 11 warga yang menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19.
"Sejak kemarin sore sampai Kamis sore ada 11 orang yang langsung dikirim dari puskesmas ke sini," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo Nico Agus Putranto, Kamis (10/2).
Dari 11 orang yang menjalani isolasi di tempat isoter Ndalem Priyosuhartan itu, ada anak-anak berusia belasan tahun.
Advertisement
Dilengkapi TV hingga Wifi
Nico mengemukakan, sebelumnya pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk tempat isolasi di lokasi tersebut. Selain tempat tidur pihaknya juga menyiapkan toilet, Wifi, dan TV.
"Sebelumnya sudah kita siapkan semua. Mereka yang dibawa ke sini orang tanpa gejala (OTG)," katanya
Nico menjelaskan, mereka yang dibawa ke isoter itu karena tempat tinggal mereka tidak memenuhi syarat untuk menjadi lokasi isolasi mandiri (isoman). Mereka harus dibawa ke fasilitas isoter untuk mengantisipasi penularan di lingkungan terdekatnya.
"Kapasitas tempat tidur di sana ada 41 bed dengan fasilitas yang memadai, termasuk petugas kesehatan juga siaga untuk memantau kondisi mereka," jelas Nico.
Advertisement
50 Pasien Dirawat di RSUD Moewardi
Sementara itu, meskipun tidak ada lonjakan kasus signifikan, tetapi rumah sakit di Kota Solo sudah mulai merawat pasien positif Covid-19. RSUD Dr Moewardi Solo saat ini sudah merawat sekitar 50 pasien positif Covid-19 yang berasal dari wilayah Solo Raya.
"Tidak melonjak tinggi, tetapi sudah ada 50-an pasien positif Covid-19 yang dirawat di sini. Mereka banyak yang komorbid dan anak-anak juga ada," kata Direktur Utama RS Dr Moewardi Solo Cahyono Hadi.
Menurut Cahyono, RSUD Dr Moewardi mulai merawat pasien Covid-19 sejak minggu ketiga bulan Januari lalu. Pada awal Januari, RS itu mencatat nol pasien positif Covid-19.
"Awal Januari lalu kita sempat nol pasien positif Covid-19 selama seminggu, tapi tetap merawat pasien suspect. Mulai merawat lagi pasien positif Covid-19 pada minggu ketiga Januari," paparnya.
Pihaknya saat ini menyiapkan sekitar 200 tempat tidur. Namun jumlah tersebut siap ditambah lagi jika dibutuhkan. Tahun lalu, saat terjadi gelombang kedua serangan virus Covid-19, pihak RS mampu menyediakan 650 bed untuk kasus Covid-19.
Cahyono menegaskan pihaknya siap jika diminta Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk menambah jumlah BOR untuk pasien Covid-19.
"Untuk tenaga kesehatan, oksigen dan obat-obatan masih terkendali. Karena kita sudah pengalaman menghadapi gelombang kedua tahun lalu," tutup dia.