Kepolisian menyebut kebocoran pada selang LPG menjadi awal mula ledakan terjadi di Ruko San Antonio, Blok N1 Nomor 62, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10) pagi. Kebocoran itu bahkan disebut sempat terdeteksi alarm sebelum terjadi ledakan.
Kapolsek Mulyorejo Kompol Subadri menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika karyawan Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri melakukan pemasangan selang pada instalasi LPG.
Dalam proses tersebut, selang dipasang mengalami kebocoran. Gas keluar kemudian terdeteksi alarm pendeteksi LPG sehingga perangkat tersebut berbunyi. Namun kondisi itu berlanjut hingga terjadi ledakan di dalam ruko.
Subadri mengatakan, gas LPG keluar mengalami proses pembekuan sebelum kemudian memicu ledakan.
"LPG dari awal ada kebocoran selang LPG. Selang bocor, alarm LPG menyala. Terjadi pembekuan LPG dan meledak," ujar Subadri.
Menurut dia, selang mengalami kebocoran tersebut terhubung dengan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram. Instalasi itu juga tersambung dengan tabung LPG lainnya berada di sekitar lokasi.
Ledakan berlangsung secara mendadak ketika aktivitas memasak sedang berlangsung. Para pekerja berada di dalam ruko pun tidak sempat menyelamatkan diri.
Lima karyawan mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut. Setelah mendapat pertolongan medis, seluruh korban dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Dampak ledakan juga meluas ke bangunan di sekitar lokasi. Polisi mencatat sekitar 20 ruko mengalami kerusakan.
Lima ruko yang berada di sisi kiri dan kanan titik ledakan mengalami kerusakan berat. Sementara 15 ruko lainnya mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian kaca.
Untuk memastikan penyebab dan rangkaian kejadian secara menyeluruh, petugas Labfor dan Inafis Polrestabes Surabaya bersama Gegana Polda Jatim masih melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara. Olah TKP tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi lokasi sekaligus memastikan mekanisme kebocoran LPG hingga akhirnya terjadi ledakan.
Advertisement