Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Daerah Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Aryaduta Hotel Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyoroti respons cepat Jakarta saat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi beberapa waktu lalu. Menurut dia, kecepatan dalam merespons bencana menjadi hal penting, termasuk dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Kita semua masih ingat beberapa bulan yang lalu ketika Anak Krakatau mengalami erupsi. Alhamdulillah, Jakarta termasuk daerah yang memberikan respons cukup cepat, memberikan tanggapan terhadap hal itu, sehingga ada preventif terhadap hal itu," ujar Pramono di Aryaduta Hotel Jakarta, Selasa (6/10/2026).
"Kebetulan pada waktu itu saya sendiri yang menyampaikan kepada publik mengenai hal tersebut," sambung dia.
Pramono menilai, penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam koordinasi penanggulangan bencana. Informasi terkait kebencanaan, kata dia, harus disampaikan secara cepat dan tepat, tetapi tetap akurat.
"Kenapa saya menyampaikan ini di awal? Salah satu hal yang perlu dilakukan koordinasi adalah bagaimana informasi itu tentang kebencanaan bisa diterima oleh publik dalam waktu yang tepat, cepat, tetapi akurat," papar dia.
Gunakan Pengalaman
Pramono mengatakan, berbagai pengalaman dalam pemerintahan membuatnya memahami bahwa persoalan kebencanaan merupakan isu yang sensitif dan membutuhkan penanganan cepat.
"Berbagai pengalaman, kebetulan saya hampir 15 tahun di pemerintah pusat, tepatnya di Istana sebenarnya, 5 tahun dengan Ibu Mega (Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri), 9 tahun setengah dengan Pak Jokowi (Presiden ke-7 Joko Widodo), sehingga persoalan-persoalan kebencanaan ini menjadi salah satu isu yang cukup sensitif, yang perlu ditangani secara cepat oleh jajaran yang ada," ucap dia.
Dia menyebut berbagai jenis bencana dapat terjadi, mulai dari bencana alam, gempa bumi, kebakaran hutan hingga banjir bandang. Karena itu, kemampuan mengantisipasi bencana secara cepat dan tepat menjadi penting.
"Berbagai peristiwa kebencanaan terjadi, mulai dari bencana alam, gempa bumi, kebakaran hutan, banjir bandang, dan sebagainya dan sebagainya, ketepatan kecepatan mengantisipasi menjadi penting, sehingga dengan demikian kenapa saya menyampaikan ini, karena bagaimana pun Jakarta ini juga terletak di daerah yang rawan bencana," sambung Pramono.
Dia kemudian menyinggung sejumlah potensi bencana yang dapat terjadi di Jakarta dan sekitarnya, termasuk dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Salah satu contohnya adalah tidak jauh dari tempat ini berulang kali terjadi bencana, apakah itu apa, sesar naik turun, lempeng naik turun, atau banjir, permukaan air laut naik turun, dan sebagainya," ucap Pramono.
Oleh karena itu, Pramono meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap berbagai potensi bencana.
"Sehingga dengan demikian sekali lagi, saya meminta kepada jajaran BPBD betul-betul tanggap terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan kebencanaan ini," jelas Pramono.