Anak Krakatau Erupsi Lagi Senin Malam, Begini Penjelasannya

Gunung Anak Krakatau dilaporkan meletus dua kali pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
Anak Krakatau Erupsi Lagi Senin Malam, Begini Penjelasannya
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. (Foto: Liputan6.com/Istimewa).

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dua kali pada Senin, 5 Oktober 2025 malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini tercatat oleh petugas pos pemantauan yang berada di Desa Hargo Pancuran.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, menyebut letusan diperkirakan terkait pelepasan energi yang masih tersimpan di dalam tubuh gunung. Ia menegaskan pemantauan aktivitas erupsi tetap dilakukan.

"Ya, ada energi saja keluar. Nanti kalau habis ya berhenti lagi, mungkin ada energi keluar," kata Andi Suwardi, Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Selasa (6/10/2026).

Menyoal kemungkinan kenaikan status, Andi mengatakan belum ada indikasi perubahan hanya dari kejadian erupsi pada malam itu. Keputusan status gunung berada pada kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

"Kalau cuma malam ini saja sih tidak akan naik. Sebenarnya itu kebijakan Bandung (PVMBG)," kata Andi.

Menurutnya, evaluasi status dapat dilakukan bila aktivitas erupsi meningkat dan berlangsung terus-menerus dengan intensitas yang sebanding dengan kejadian sebelumnya.

"Kalau misalnya erupsinya terus berlanjut lagi sebesar kemarin ya mungkin. Tapi kalau seperti ini sekali dua kali, mungkin ada sisa energi kemarin yang belum keluar," jelasnya.

Adapun status Gunung Anak Krakatau terakhir dilaporkan turun dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) pada Senin, 21 September 2026 pukul 18.30 WIB, setelah sebelumnya berada pada Level III sejak 2 Juli 2026.

Andi mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti rekomendasi keselamatan yang berlaku pada level waspada saat ini.

"Imbauannya tetap, dilarang mendekati Krakatau radius 2 kilometer. Kalau sekarang kan Waspada, radiusnya 2 kilometer," tegas Andi.

Rekomendasi