BEM Unkhair Ternate Yakin Jokowi Bisa Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair), Kota Ternate, Asyudin La Masiha yakin harapan Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia bisa terwujud.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BEM Unkhair Ternate Yakin Jokowi Bisa Wujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia
Presiden BEM Unkhair, Asyudin La Masiha. Istimewa

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Khairun (Unkhair), Kota Ternate, Asyudin La Masiha yakin harapan Indonesia bisa menjadi poros maritim dunia bisa terwujud.

Hal ini lantaran Indonesia merupakan negara yang memiliki modal pembangunan yang sangat lengkap, mulai dari kekayaan sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM) berkualitas, hingga letak geografis yang strategis.

Semua itu dinilai mampu dibaca oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan meluncurkan berbagai kebijakan, termasuk menjadikan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia.

"Dengan kekayaan alam dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki peran strategis di perdagangan dunia," kata Asyudin dalam seminar Indonesia Maju bertajuk 'Menakar Kekuatan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia: Menelaah Kebijakan Strategis Presiden Jokowi Bidang Ekonomi Kelautan' di Unkhair, Ternate, Kamis (27/1).

Terlebih lagi, Asyudin menambahkan, sudah sejak lama Indonesia juga dikenal menjadi salah satu negara yang memiliki ribuan pulau. Karena itu sering kali Indonesia disebut sebagai negara maritim utama dunia.

Sehingga visi Presiden Jokowi dengan menjadikan masa depan Indonesia berpotensi besar dapat menjadi poros maritim dunia, layak didukung.

"Posisi Indonesia sampai kapan pun akan menjadi poros maritim dunia," imbuh Asyudin.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, pemerintahan Jokowi telah menyiapkan lima pilar kebijakan utama. Meliputi memastikan integritas wilayah dan memperluas wilayah yurisdiksi, menjaga pertahanan dan keamanan.

Kemudian memastikan keselamatan, mengelola sumber daya terlaksana dengan bertanggung jawab, serta memproyeksikan kepentingan nasional melalui leadership Indonesia di dunia internasional.

Rekomendasi