BMKG Sebut Jumlah Gempa Periode Januari 2022 Melebihi Rata-rata

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian gempa sejak 1 sampai 20 Januari 2022 mencapai 726. Jumlah kejadian gempa ini meningkat signifikan jika dibandingkan rata-rata gempa bulanan yang hanya berkisar 500 kali.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
BMKG Sebut Jumlah Gempa Periode Januari 2022 Melebihi Rata-rata
ilustrasi gempa. ©2020 Merdeka.com

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian gempa sejak 1 sampai 20 Januari 2022 mencapai 726. Jumlah kejadian gempa ini meningkat signifikan jika dibandingkan rata-rata gempa bulanan yang hanya berkisar 500 kali.

"Nah ini baru setengah bulan sudah 700. Artinya, ada peningkatan signifikan sehingga gempa kita di bulan Januari ini di atas rata-rata," kata Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam diskusi virtual, Sabtu (22/1).

Menariknya, di Pulau Jawa sudah terasa 11 kali gempa dalam 20 hari pertama di 2022. Satu kali gempa yang cukup besar terjadi di Sumur, Banten, Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB.

Menurut Daryono, masifnya gempa dalam tiga pekan terakhir tidak bisa dimaknai sebagai tanda akan terjadi peristiwa besar. Sebab, kejadian besar umumnya ditandai dengan terjadinya gempa rutin dan sudah terklaster. "Sementara ini masih random," ujarnya.

Dia mengambil contoh tsunami yang melanda Aceh pada 2004 silam. Sebelum terjadi tsunami yang dipicu gempa magnitudo 9,2, Aceh sudah mengalami gempa kecil secara rutin sejak 2002.

Bahkan, tiga bulan sebelum tsunami, intensitas gempa semakin sering mulai dari magnitudo 3, 4, hingga 5. Kejadian serupa juga terjadi di Tohoku, Jepang pada 2011.

"Demikian juga tsunami besar di Jepang 2011, kemudian gempa besar di Meksiko. Pokoknya gempa-gempa besar di atas 8 lazim diawali dengan gempa pembuka dulu," jelasnya.

Rekomendasi