Bencana alam banjir yang melanda pesisir utara dan timur Aceh sejak pekan lalu, mengakibatkan petani budidaya perikanan di Kota Lhokseumawe rugi besar. Kerugian ditaksir puluhan ton dari tambak udang vaname, ikan bandeng dan nila di kawasan Kecamatan Blang Mangat.
Budidaya udang di sana dikelola oleh Kelompok Tani (Koptan) Jak U Neuheun, yang terletak di Kemukiman Meuraksa, terdiri dari Gampong Teungoh dan Gampong Tunong.
"Dengan luas tambak sekitar 70 hektar kondisinya saat ini babak belur dihantam banjir. Cukup berat kerusakannya, bahkan seluruh ikan budidaya lepas dibawa arus banjir," kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe, Azhar, pada Kamis (6/1).
Dia menyebutkan, banjir membuyarkan harapan para petani karena peternakan budidaya yang tinggal panen itu, habis terbawa arus banjir.
"Padahal modal petani ini, ada juga sebagian yang hutang dengan pihak ketiga,” ujarnya.