3 Dari 38 Jenazah Korban Awan Panas Gunung Semeru Belum Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah menerima total 38 jenazah korban erupsi Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Dari jumlah itu, masih tersisa 3 jenazah yang belum teridentifikasi.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
3 Dari 38 Jenazah Korban Awan Panas Gunung Semeru Belum Teridentifikasi
Penyerahan jenazah korban bencana Gunung Semeru. ©2021 Merdeka.com/Istimewa

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah menerima total 38 jenazah korban erupsi Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Dari jumlah itu, masih tersisa 3 jenazah yang belum teridentifikasi.

"Untuk mempercepat proses identifikasi, kami menghimbau warga terdampak erupsi Gunung Semeru, yang merasa kehilangan anggota keluarganya, agar segera melapor kepada Posko Tim DVI yang ada di RSUD dr Haryoto Lumajang," ujar Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol Erwin Zainul di RSUD dr Haryoto Lumajang, Rabu (29/12).

Tiga jenazah itu masih tahap identifikasi, karena tim DVI baru mendapat data DNA. "Sehingga butuh waktu pencocokan," papar Erwin.

Tiga jenazah yang belum teridentifikasi itu masing-masing memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut:

1. Jenazah label B/023, jenis kelamin laki-laki, tinggi badan antara 170-180 cm, umur di atas 25 tahun, botak, ditemukan di wilayah Sumbewuluh.
2. Jenazah label B/031, jenis kelamin wanita, tinggi badan antara 160-170 cm, usia di atas 40 tahun, ditemukan di Kampung Renteng.

3. Jenazah label B/043, jenis kelamin laki-laki, tinggi badan antara 145-155 cm, ditemukan di Kamar Kajang.

Dari total 35 jenazah yang berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Jatim, 5 di antaranya teridentifikasi pada Rabu (29/12). Kelimanya segera diserahkan ke pihak keluarga untuk menghindari penumpukan jenazah di kamar mayat RSUD dr Haryoto pascabencana awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.

Lima jenazah yang terakhir teridentifikasi itu berjenis kelamin laki-laki. Empat di antaranya tercatat sebagai warga Lumajang yang ada di lereng Gunung Semeru. Satu lagi tercatat sebagai warga Kota Batu. Mereka umumnya teridentifikasi lewat tes DNA.

Adapun identitas mereka yakni:

1. Jenazah B-007 atas nama Agus Sriwanto (31), warga Curah Kobokan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, teridentifikasi melalui DNA.
2. Jenazah B-008 atas nama Giman (87), warga Curah Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo, teridentifikasi melalui DNA.
3. Jenazah B-012 atas nama Mistono (45), warga Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, teridentifikasi melalui data sekunder,
4. Jenazah B-018 atas nama Mulyanto (28), warga Dusun Curah Kobokan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, teridentifikasi melalui DNA
5. Jenazah B-022 atas nama Sofyan Fauzi (31) warga Bumiaji, Kota Batu, teridentifikasi melalui DNA.

Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno menyatakan, posko DVI itu akan dibuka hingga 3 Januari 2022. Selama jangka waktu itu, polisi berjanji akan memberikan pelayanan penuh terhadap masyarakat yang kehilangan pihak keluarga.

"Ini sangat kami perlukan. Keluarga dekat adalah orang yang sangat membantu untuk data antemortem atau identifikasi," jelas Eka Yekti.

Selain korban meninggal, RSUD dr Haryoto yang merupakan rumah sakit terbesar di Lumajang juga masih merawat korban selamat dari bencana APG Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

"Saat ini kita masih merawat 4 korban erupsi, yang rata-rata mereka mengalami luka bakar akibat awan panas guguran (APG). Dari jumlah tersebut, 1 orang di antaranya masih dirawat di Ruang ICU," pungkasnya.

Rekomendasi