Mengenal Mbah Minto, Youtuber Jenaka Asal Klaten 

Sosok Mbah Minto Klaten dikenal luas sejak masa pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Sebuah konten pesan masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri yang diunggah Channel YouTube Ucup Klaten membuatnya semakin terkenal.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Mengenal Mbah Minto, Youtuber Jenaka Asal Klaten 
Momen kenangan Mbah Minto. ©YouTube/Ucup Klaten

Minto Suwito Siyam atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Minto hari ini tutup usia. Warga Dukuh Krakitan, Desa Selorejo, Kecamatan Klaten itu meninggal di usia 85 tahun.

Almarhumah meninggalkan 4 orang anak, 16 cucu dan 4 cicit. Keempat anaknya adalah, Tugiyo, Wiji, Tofik dan Sujiono. Keempat anak Mbah Minto telah menikah dan dikaruniai 15 cucu dan 4 orang cicit.

Sosok Mbah Minto Klaten dikenal luas sejak masa pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Sebuah konten pesan masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri yang diunggah Channel YouTube Ucup Klaten membuatnya semakin terkenal. Bersama Ucup Youtuber asal Klaten wajah lugu wanita sepuh itu sering menghiasi layar kaca sejumlah televisi nasional.

Bahkan kedua komedian itu juga beberapa kali membintangi iklan televisi. Terutama untuk iklan yang memuat pesan layanan masyarakat, terkait pandemi Covid-19.

Video-video yang diunggah channel tersebut lebih banyak menampilkan keseharian keluarga sederhana di pedesaan maupun perkampungan. Mbah Minto menjadi salah satu pemerannya dan selalu beradegan jenaka.

Video-video lucu Mbah Minto juga kerap diputar di salah satu stasiun televisi lokal di Yogyakarta. Joke joke nan lucu sangat menghibur pemirsa, tak hanya di wilayah Yogyakarta, namun hingga Solo Raya.

Video paling venomenal dikemas dalam ‘Dagelan Jowo Eps. 04, Ga Usah Mudik Sing Penting Duite Mulih’ Ucup Klaten. Video berdurasi 6;28 menit tersebut berisi dialog antara Mbah Minto yang ada di kampung dengan anaknya yang sedang merantau di Jakarta.

Dalam dialog melalui telepone tersebut Mbah Minto meminta anaknya yang hidup pas-pasan di kontrakan agar tidak mudik saat Lebaran tiba. Namun Ucup yang sedang kesulitan beraktifitas karena pandemi, melontarkan tekatnya untuk tetap pulang kampung, mesti ada larangan pemerintah.

“Duh Gusti Indonesia paringono ndang sehat, donya iki aman kabeh. Aku wis kangen simbok neng omah, wis pingin jalan-jalan refreshing,” keluh ucup yang sedang tiduran di kamar kontrakan.

Tak lama kemudian ia pun berkemas untuk mudik ke Klaten. Sebelum pulang ia menelpon ibunya di kampung. Ia meminta izin untuk pulang kampung. Namun
Mbah Minto melarangnya karena masih dalam masa pandemi.

“Rasah mulih wae to le, ono kono wae. Lagi enteng usum virus,” kata Mbah Minto.

Video tersebut diunggah oleh akun youtube Ucup Klaten sekitar 1 tahun yang lalu dan telah ditonton sekitar 3,4 juta kali. Tercatat, ada sekitar 190 episode yang telah ia bintangi. Terakhir mbah minto membintangi video berjudul "Karya terakhir simbok, Ngopi-Ngopi" video tersebut diunggah 7 hari yang lalu dan telah ditonton 93 ribu kali.

Kini kelucuan dan keluguan Mbah Minto tinggal kenangan. Ratusan pelayat mulai memadati rumah duka sejak Kamis pagi. Jenazah Mbah Minto akan dikebumikan hari ini, Kamis (23/12) pukul 14.00 WIB di Sasono Wonosegaran, Bugel, Klaten.

Camat Bayat Klaten, Joko Purwanto merasa kehilangan sosok Mbah Minto. Meski belum lama mengenalnya, namun Joko menilai Mbah Minto sebagai pribadi yang sederhana dan bersahaja.

“Mbah Minto itu seorang ibu yang bersahaja dan sederhana. Saya kenal ya belum lama, sejak viral. Kan saya juga baru 3 bulan menjabat,” katanya.

Mbah Minto dinilainya sudah mendunia dan dekat dengan masyarakat. Perannya dalam menyampaikan pesan-pesan sosial juga berhasil.

“Mbah Minto ini kan sosok yang kreatif, dia menyampaikan pesan-pesan sosial. Semoga bisa ditiru kawula muda di Indonesia umumnya dan di Klaten khususnya,” pungkas dia.

Rekomendasi