Mahasiswi yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, R (36), bertambah dua orang menjadi lima orang. Seorang di antaranya kini berstatus alumni perguruan tinggi itu.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni mengungkapkan, dua korban terbaru melapor dan dimasukkan dengan laporan sebelumnya karena terlapor dan kasusnya sama.
"Ada tambahan dua korban lagi yang melaporkan tersangka R dengan tuduhan yang sama. Artinya sudah ada lima orang yang diduga menjadi korban pornografi tersangka R," ungkap Masnoni, Rabu (15/12).
Dia mengatakan, laporan dua korban dilengkapi dengan bukti kuat, yakni pesan singkat dari tersangka. Barang bukti ini menjadi kelengkapan penyidik untuk menguatkan tuduhan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan untuk disidangkan.
"Buktinya ada, sudah kita amankan dari dua pelapor yang baru," ujarnya.
Advertisement
Dari bukti yang diserahkan pelapor, muncul dugaan perbuatan tersangka R sudah berlangsung cukup lama. Namun, penyidik memerlukan pendalaman lebih lanjut dengan memeriksa saksi dan tersangka.
"Salah satu pelapor adalah alumni, dia menyerahkan bukti percakapan mesum berupa pesan singkat melalui BBM (Blackberry Messenger) pada 2014," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, tersangka R yang merupakan Ketua Prodi non aktif di Fakultas Ekonomi Unsri. Dia telah ditahan atas tuduhan melakukan pelecehan seksual secara verbal terhadap tiga mahasiswi.
Penahanan R menyusul teman sejawatnya, A (34), selaku dosen sekaligus Ketua Laboratorium Sejarah FKIP Unsri yang diduga melakukan pelecehan seksual secara fisik terhadap seorang mahasiswinya. Perbuatan kedua dosen itu dilakukan saat memberikan bimbingan skripsi.