Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengibaratkan korupsi adalah karat yang merusak besi pembangunan. Sebab, korupsi berakibat sangat berbahaya bagi kehidupan manusia, baik aspek kehidupan sosial, politik, birokrasi, hingga ekonomi.
"Korupsi bagaikan karat yang menggerogoti besi-besi pembangunan," ujar Wapres pada Penutupan Peringatan Hari Anti Korupsi Se-Dunia 2021 KPK, Kamis (9/12).
Wapres mengutip hasil riset ekonom yang menyebut kerugian negara akibat korupsi mencapai lebih dari Rp200 triliun rentang waktu 2001 hingga 2015. Menurutnya, proyeksi kerugian korupsi secara keseluruhan minimal berada pada kisaran 2,5 kali dari angka kerugian awal.
“Dana sebesar itu akan sangat bermanfaat untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan kualitas SDM. Belum lagi kepercayaan pelaku usaha menurun akibat korupsi,” tegas Wapres.
Selain itu, dia menilai korupsi tidak hanya melanggar hukum tetapi juga bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM).
"Tindakan korupsi sesungguhnya tidak hanya bentuk pelanggaran hukum dan etika, namun juga bertentangan dengan HAM dan keadilan. Korupsi merupakan ancaman terhadap kemanusiaan, ancaman terhadap hak publik, dan ancaman terhadap keberlangsungan bangsa dan negara, karena korupsi merusak sendi-sendi kehidupan," kata Ma'ruf.
Dia menjelaskan sebagai bangsa yang religius dan berbudaya luhur, seharusnya menjadi pengingat yang kuat untuk tidak melakukan korupsi.Semua agama yang dianut bangsa Indonesia pada hakikatnya tegas melarang umatnya untuk melakukan korupsi.
"Korupsi bagi umat beragama merupakan bentuk kezaliman terhadap kepercayaan dan amanah rakyat yang menginginkan keadilan dan kesejahteraan," bebernya.
Ma'ruf pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk secara nyata bersatu bangun budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.Sehingga dapat membangun peradaban dan akhlak baru yang bersih dari semua bentuk korupsi.
Reporter: Delvira Hutabarat