Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Meski masa jabatannya hanya satu tahun, Jenderal Andika tidak akan mensia-siakan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Panglima TNI.
"Saya yakin bisa lakukan tugas-tugas yang diberikan Presiden maupun tugas pokok yang menjadi tugas kami sesuai dengan mandat undang-undang," kata Andika usai pelantikan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu(17/11).
Andika ingin membuktikan amanah dan kepercayaan diberikan padanya akan dijalankan sebaik mungkin.
"Saya akan lakukan tugas saya semaksimal mungkin dengan sisa waktu ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, menyatakan Istana tidak mempermasalahkan jika Andika hanya bisa menjabat satu tahun jadi panglima karena akan memasuki pensiun di tahun 2022. Sebab Andika sudah memenuhi syarat untuk memimpin institusi TNI.
"Ya gakpapa (satu tahun) kan tetap saja, syarat panglima TNI itu kan harus kepala staf, kepala stafnya kan sekarang ini kan TNI AU sudah panglima jadi pilihannya AD dan AL, Pak Presiden sudah memilih angkatan darat," ucap Pratikno di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11).
Pratikno juga merespons soal panglima TNI saat ini harusnya jatah dari matra Angkatan Laut. Menurutnya, kandidat dari matra AL bisa menjadi panglima TNI berikutnya.