Viral Berita Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Pingsan, Gibran Mengaku Diuntungkan

Gibran menyebut viral berita pingsannya Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo saat menghadiri acara atraksi budaya prajurit keraton di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta bisa menguntungkan Kota Solo, khususnya dalam promosi pariwisata.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Viral Berita Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Pingsan, Gibran Mengaku Diuntungkan
Wamenparekraf Pingsan saat Hadiri Acara di Keraton Solo. Youtube/berita surakarta ©2021 Merdeka.com

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyebut viral berita pingsannya Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Herliani Tanoesoedibjo saat menghadiri acara atraksi budaya prajurit keraton di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta bisa menguntungkan Kota Solo, khususnya dalam promosi pariwisata.

Pernyataan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu disampaikan saat memberikan pembekalan materi kepada Finalis Putra Putri Solo (PPS) di Bale Tawang Praja, Senin (8/11). Menurut dia, berita tersebut bisa diambil sisi positifnya.

"Ndilalah (Ternyata) Wamen-nya pingsan. Tapi kemarin sudah lumayan viral ini, karena Bu Wamen pingsan. Tapi enggak papa, itu berita yang baik juga kok," kata Gibran.

Tak ingin disalahartikan, Gibran pun lantas menjelaskan perkataannya tersebut. "Maksud saya berita yang menguntungkan untuk kita. Karena kita promosinya jadi tambah kenceng," kilahnya.

Dengan gencarnya pemberitaan tersebut, Gibran optimistis kegiatan atraksi budaya prajurit keraton akan lebih ramai. Menurut dia, atraksi prajurit tersebut menjadi salah satu andalan promosi wisata untuk Kota Solo, sehingga masyarakat khususnya finalis PPS harus ikut mempromosikannya.

Seusai kegiatan, kepada wartawan Gibran mengatakan, apapun harus diolah menjadi pemberitaan yang baik. "Waktu itu Wamen-nya kan juga langsung sembuh," tandasnya.

Gibran menambahkan, agar lebih bisa disaksikan masyarakat banyak, pihaknya akan mengubah rute atraksi budaya prajurit keraton. Namun ia masih enggan menyebutkannya. Semula rute atraksi hanya di lingkungan keraton.

"Rutene tak (Rutenya saya) ubah, biar lebih kelihatan sama masyarakat. Nanti tak buat start sama finish, biar bisa dinikmati orang banyak. Mlipir (minggir) dikit, nanti nanti," pungkas dia.

Rekomendasi