Banjir dan tanah longsor kembali terjadi di Kota Palopo. Cuaca ekstrem yang terjadi sejak Minggu (7/11), menyebabkan sejumlah rumah warga, termasuk satu panti asuhan mengalami kerusakan.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Wahid mengatakan, hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah rumah warga di Kota Palopo tergenang.
Dia menyebut berdasarkan data dari BPBD Kota Palopo, banjir terparah terjadi di Kelurahan Temmalebba dan To'bulung Kecamatan Bara.
"Hujan intensitas tinggi pada Minggu (7/11) menyebabkan empat rumah warga dan satu panti asuhan di dua Kelurahan yakni Temmalebba dan To'bulung Kecamatan Bara mengalami rusak," katanya melalui pesan WhatsApp, Senin (8/11).
Tak hanya itu, jalan masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading juga tergenang. Beruntung air tidak sampai masuk ke dalam bangsal pasien.
"Berdasarkan hasil assesment 14 warga mengungsi. Selain itu, 40 penghuni panti asuhan juga ke rumah tetangga," ujar Andi.
Sementara terkait longsor di Jalan Poros Palopo-Toraja, Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Andi Wahid mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan. Ia mengaku masih berkoordinasi dengan BPBD Kota Palopo.