DPR Sebut Selama Anggaran BSSN Minim, Jangan Harap Keamanan Siber Efektif

Selain itu, secara fungsi organisasi lebih rendah sewaktu sebelum Lembaga Sandi Negara dilebur menjadi BSSN dan ditambahkan fungsi keamanan siber selain enkriptik.

Muhammad Genantan Saputra
DPR Sebut Selama Anggaran BSSN Minim, Jangan Harap Keamanan Siber Efektif
BSSN. ©2018 Merdeka.com

Situs Pusat Malware Nasional milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengalami peretasan berupa perubahan halaman muka atau defacement. Anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi meminta BSSN segera melakukan pemulihan website agar publik yakin BSSN mampu menjaga keamanan siber.

"Sebaiknya langsung segera dilakukan penanganan untuk pemulihan deface’ website pusmanas BSSN, agar publik yakin atas kemampuan lembaga yang seharusnya menjaga keamanan siber lembaga-lembaga negara ini," katanya lewat pesan tertulis, Selasa (26/10).

Selanjutnya, kata Bobby, perlu audit forensik dan mengidentifikasi masalahnya. Dia berujar, salah satu penyebab bisa diretas karena karena anggaran BSSN terlalu kecil. Selain itu, secara fungsi organisasi lebih rendah sewaktu sebelum Lembaga Sandi Negara dilebur menjadi BSSN dan ditambahkan fungsi keamanan siber selain enkriptik.

"Anggaran ini penting, bukan hanya efisien bila menyangkut keamanan siber, tapi efektifitasnya," ujarnya politisi Golkar itu.

Masalah kedua, selain payung hukum, peran BSSN sebagai koordinator keamanan siber belum ada. Bobby berujar, selama payung hukum setingkat UU belum ada dan anggaran BSSN minim, jangan harap keamanan siber efektif.

"Kasihan BSSN, serba tanggung, perlu didukung penguatan kelembagaannya," tukas Bobby.

Situs Pusat Malware Nasional milik BSSN mengalami peretasan berupa perubahan halaman muka atau defacement. Peretasan terhadap situs BSSN ini sangat memprihatinkan karena lembaga tersebut dibentuk guna mendeteksi dan mencegah segala potensi serangan siber.

Situs Pusat Malware Nasional (Pusmanas) milik BSSN, https://pusmanas.bssn.go.id/, mengalami perubahan halaman muka (defacement). Saat dibuka, terdapat tulisan ”NSA da indonesia pwnetada KKKKKKKKKKKK. Sonlx was here 3:)”.

Selain itu, peretas juga menyisipkan pernyataan berupa penghinaan terhadap negara dan menyebut bahwa aksi ini merupakan aksi balasan bagi peretas Indonesia yang telah meretas situs Brasil.

Rekomendasi