Bobol BTPN hingga Rp12 M, Petani & Kuli Bangunan Hanya Lulusan SD

Selain itu, saat polisi melakukan penggeledahan terhadap rumah salah satu terduga pelaku. Ditemukannya senjata api (senpi).

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Bobol BTPN hingga Rp12 M, Petani & Kuli Bangunan Hanya Lulusan SD
Rilis kasus pembobolan rekening nasabah Jenius. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Polda Metro Jaya telah mengamankan petani serta tukang bangunan berinisial D dan O. Keduanya ditangkap karena membobol PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, terduga pelaku dapat melakukan aksi kejahatannya itu dengan cara belajar secara otodidak. Hal ini diketahui berdasarkan pengakuannya.

"Pekerjaannya ini sebenarnya pekerjaan petani, tapi punya keahlian di bidang IT. Ada yang petani, ada yang serabutan tapi punya keahlian bahkan ada tukang bangunan tapi punya keahlian untuk ini," kata Yusri kepada wartawan, Rabu (13/10).

"Kalau pengakuan dia otodidak aja. Sama biasanya kita bisa pengungkapan skiming," sambungnya.

Untuk terduga pelaku ini disebutnya ditangkap sekitar sepekan yang lalu di kediamannya di daerah Sumatera Selatan. Meski begitu, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya.

"(Ditangkap) Di daerah Sumatera sana. Saya katakan tadi memang orang ahli ini seperti skimming jago skimming dan jago IT. Karena ini lulusannya lulusan SD, tukang bangunan kerja petani. Tapi di daerahnya itu spesialis memang, di daerah Sumatera Selatan atau perbatasan Lampung," jelasnya.

Temukan Senjata Api

Selain itu, saat polisi melakukan penggeledahan terhadap rumah salah satu terduga pelaku. Ditemukannya senjata api (senpi).

"Pada saat kita melakukan penggeledahan di kediamannya yang bersangkutan, kita temukan senjata api ini. Makanya saya katakan tadi kita proses dengan kasus yang lain di Undang-Undang Darurat 12 tahun 51 ancaman 12 tahun penjara," tegasnya.

"Kami masih mendalami dari mana senjata api ini ditemukan atau dia dapat," tutupnya.

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) dibobol. Ada empat pelaku diantaranya D dan O, yang berprofesi sebagai petani dan tukang bangunan.

Para korban tidak pernah melakukan transaksi tapi uang di rekening secara tiba-tiba berpindah ke rekening orang lain. Adapun, korbannya ada 14 nasabah dengan total kerugian mencapai Rp12 Miliar.

"Pelaku kerja sebagai petani tapi punya keahlian serabutan dia bahkan ada yang tukang bangunan," kataArgo.

Berdasarkan hasil penyelidikan, D dan O diduga melakukan akses ilegal terhadap akun nasabah Bank BTPN. Mulanya kedua tersangka melakukan panggilan lewat sambungan telepon.

"Tersangka mengaku staf BTPN Jenius ini kemudian korban terpengaruh mengikuti petunjuk pelaku dengan mengirimkan log in atau daftar di jenius.login yang di dalam link tersebut harus diisi data nasabah dan kode OTP," ujar dia.

Yusri menerangkan akun Jenius nasabah itulah yang diambil alih oleh para pelaku berserta dengan rekening milik nasabah.

"Jadi saat OTP sudah keluar otomatis data nasabah tersebut diambil alih pelaku ini dari inilah dia menguras habis para korbannya," ujar dia.

Dalam hal ini, penyidik masih berkoordinasi dengan pihak BTPN untuk mendata nasabah yang terkena jebakan dari para pelaku.

"Apakah ada korban lain segera melapor kami akan dalami lagi," ujar dia

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan kedua pelaku dijebloskan ke bui. Pihaknya masih memburu dua orang pelaku lain yang terlibat.

"Masih ada dua lagi yang kita kejar tapi identitas sudah diketahui," ucap dia.

Rekomendasi