Kasus penemuan jenazah kembali terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini terjadi di Kabupaten Alor. Jenazah yang ditemukan adalah RD (16) pelajar SMA asal Dulolong Barat, Dusun I, Desa Dulolong, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor.
"Hasil pemeriksaan tim identifikasi bersama dokter Puskesmas Alor Kecil bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik terhadap korban," ujar Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas, Senin (4/10).
Korban diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Sesuai keterangan pihak keluarga, bahwa korban sejak kelas I SMA sudah mengalami gangguan mental.
Hal ini juga dikuatkan dengan keterangan dokter, bahwa korban merupakan pasien tetap dengan kondisi gangguan jiwa (mental) di Puskesmas Alor Kecil.
Awalnya korban keluar dari rumahnya pada Minggu (3/10) sekitar pukul 20.30 WITA.
Sebelum keluar rumah, korban sempat merusak barang-barang yang ada di dalam rumahnya.
Keesokan harinya sekitar pukul 06.00 WITA, nelayan Desa Alor Kecil yang baru pulang melaut melihat jenazah korban dengan posisi telungkup di pinggir pantai Tanjung Kumbang Desa Alor Kecil.
Nelayan tersebut melaporkan apa yang dia temukan kepada Kepala Dusun III Desa Alor Kecil, selanjutnya melaporkan ke Babinsa Desa Alor Kecil.
Mendapat informasi dari masyarakat, Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas memerintahkan kasat Reskrim, Unit Buser, Kapolsek Alor Barat Laut dan unit Identifikasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, serta berkoordinasi dengan dokter Puskesmas Alor Kecil untuk bersama-sama ke lokasi kejadian.
Menurut Agustinus, jenazah korban diserahkan ke keluarga setelah dilakukan identifikasi dan visum luar. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan ikhlas menerima kematian korban.
"Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan penolakan autopsi yang diserahkan ke pihak kepolisian," tutupnya.