Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng-Gilireng: Sulsel Jadi Lumbung Pangan Nasional

Jokowi mengatakan Bendungan Paseloreng dan Gilireng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng-Gilireng: Sulsel Jadi Lumbung Pangan Nasional
Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng dan Gilireng di Kabupaten Wajo. ©2021 Merdeka.com/Ihwan Fajar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bedungan Paselloreng dan Gilireng di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bendungan yang menghabiskan anggaran Rp771 miliar tersebut diharapkan bisa mendukung Sulsel sebagai lumbung pangan Nasional.

Jokowi mengaku bersyukur Bendungan Paselloreng yang dibangun sejak tahun 2015 dan menghabiskan anggaran Rp771 miliar akhirnya bisa diselesaikan. Jokowi mengatakan Bendungan Paselloreng yang dilengkapi dengan irigasi Gilireng akan sangat bermanfaat untuk mendukung Sulsel menjadi lumbung pangan Nasional.

"Alhamdulillah, bendungan yang dibangun sejak 2015 akhirnya bisa selesai. Bendungan ini sangat bermanfaat karena bisa mendukung Sulsel menjadi lumbung pangan nasional," ujarnya melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (9/9).

Presiden dua periode ini menegaskan untuk mewujudkan lumbung pangan, perlunya bendungan. Keberadaan bendungan bisa menyediakan suplai air secara kontinu dan berkelanjutan.

"Kita tahu bahwa ketahanan pangan butuh suplai air dan itu akan ada kalau kita memiliki sebanyak-banyaknya bendungan, sehingga bisa menyediakan suplai air secara kontinu dan berkelanjutan," tuturnya.

Jokowi mengatakan Bendungan Paseloreng dan Gilireng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik. Jokowi menganggap dengan kapasitas tersebut, Paseloreng dan Gilireng merupakan bendungan besar.

"Kapasitas tampungnya 138 juta meter kubik dan luas genangannya 1.258 hektare dan bendungan ini mampu mengairi sawah 8.500 hektare. Sehingga kita harapkan dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam yang mungkin satu (kali), bisa jadi tiga atau dua," bebernya.

Selain itu, kehadiran Bendungan Paselloreng dan Gilireng bisa juga mereduksi banjir dari Sungai Gilireng. Tak hanya itu, keberadaan bisa menjadi konservasi sehingga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata.

"Bendungan ini bisa mereduksi banjir Sungai Gilireng, ini 489 meter per detik, dan menyediakan air baku 145 liter per detik yang akan melayani enam kecamatan di Kabupaten Wajo," ucapnya.

Rekomendasi