BOR Covid-19 di Sumsel Turun ke 17 Persen, Gubernur Herman Deru Puji Kepatuhan Warga

Keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) menurun drastis. Angkanya kini hanya sekitar 17 persen atau terendah sejak awal pandemi.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
BOR Covid-19 di Sumsel Turun ke 17 Persen, Gubernur Herman Deru Puji Kepatuhan Warga
Ruang isolasi pasien Covid-19. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Keterisian atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) menurun drastis. Angkanya kini hanya sekitar 17 persen atau terendah sejak awal pandemi.

Tingkat keterisian tempat tidur RS di Sumsel sempat menyentuh angka 75 persen. Pemerintah setempat bahkan harus menambah ruang isolasi di Wisma Atlet dan Asrama Haji Palembang dalam waktu cukup lama.

"Alhamdulillah BOR kita sudah 17 persen, artinya tingkat keterisian sudah membaik," ungkap Gubernur Sumsel Herman Deru, Selasa (7/9).

Menurut dia, banyak faktor mempengaruhi penurunan BOR yang terjadi sejak akhir bulan lalu. Salah satunya, kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang terbukti berhasil menekan angka penularan virus corona.

"Saya akui kesadaran masyarakat sudah sangat tinggi, saya jarang lihat orang tanpa pakai masker di luar rumah," ujarnya.

Tak kalah penting, lanjut Deru, peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan menangani pandemi. Kinerja mereka patut diapresiasi karena gigih menghadapi lonjakan pasien Covid-19 yang sempat mencapai puncak sekitar 1.000 kasus per hari.

"Saya ucapkan terima kasih kepada nakes. Mereka berjuang menghadapi pasien yang masuk rumah sakit sangat banyak setiap harinya," kata dia.

Menurutnya, seluruh wilayah Sumsel semestinya sudah berstatus PPKM leval 3, 2, bahkan level satu. Dengan demikian, aktivitas dan pertumbuhan ekonomi kembali berangsur pulih.

"Sekarang tinggal Palembang level 4, tapi sudah ada kelonggaran aktivitas masyarakat. Mudah-mudahan pemerintah pusat bisa mempertimbangkan status dengan kondisi penularan Covid-19 saat ini," pungkasnya.

Rekomendasi