Toilet Rp 134 Juta Per Unit di 18 SD Kota Serang, Belum Termasuk Biaya Sanitasi Air

Kabid SD pada Dindikbud Kota Serang, Raden Rahmat Saleh, mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp134 juta merupakan anggaran yang telah ditetapkan, dan sumber anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Toilet Rp 134 Juta Per Unit di 18 SD Kota Serang, Belum Termasuk Biaya Sanitasi Air
Toilet sekolah yang dibangun Disdik Serang. ©2021 Merdeka.com/dwi prasetya

Pembangunan toilet seharga Rp134 juta per unit di 18 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kota Serang, ternyata dengan biaya sebesar itu belum disertai dengan fasilitas sanitasi air.

Kabid SD pada Dindikbud Kota Serang, Raden Rahmat Saleh, mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp134 juta merupakan anggaran yang telah ditetapkan, dan sumber anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Anggaran Rp134 juta itu sudah dikunci di aplikasi Krisna (aplikasi pengelolaan DAK milik Kemenkeu dan Kemendikbud). Jadi kami tidak bisa menambah dan mengurangi. Kecuali APBD, karena APBD itu fleksibel," ujarnya.

Rahmat mengatakan, dari anggaran Rp134 juta, masih belum cukup untuk membangun satu unit toilet beserta fasilitas penunjangnya.

"DED itu dari tahun 2020. Dari situ dihitung oleh konsultan, dengan angka Rp134 juta itu tidak cukup untuk membuat sanitasi air. Jadi cukup hanya untuk membangun bentuk fisiknya saja," katanya.

Saat menanggapi adanya kritikan kualitas bangunan toilet tersebut, Rahmat mengaku bahwa pihaknya telah mengantisipasi adanya keteledoran dari pihak pelaksana pembangunan, dengan menekan surat pernyataan pertanggungjawaban mutlak (SPPJM).

"Saya sudah keliling dan sudah saya tegur. Lalu nanti juga kan ada yang namanya pemeriksaan dari APIP, baik itu dari Inspektorat maupun dari BPK, ternyata ada temuan dan harus dikembalikan. Makanya saya tekan SPPJM dengan direktur masing-masing, harus siap untuk bertanggungjawab," jelasnya.

Rekomendasi