Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) kubu pejabat (Pj) Ketua Umum Abdul Muis Amirudin memastikan tetap menggelar aksi unjuk rasa menyikapi kegagalan Presiden Jokowi dalam menghadapi Pandemi Covid-19.
"Tetap akan ada aksi lanjutan sesuai instruksi pejabat (PJ) Ketua Umum Abdul Muis Amirudin," kata Ketua bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) PB HMI Rich Ilman Bimantika dalam keterangannya, Selasa (10/8).
Ilman menyampaikan walaupun Abdul Muis sempat dikabarkan hilang selama dua hari, namun berdasarkan hasil rapat harian pada Senin (9/8) kemarin pihaknya bakal tetap menggelar aksi unjuk rasa serentak secara nasional pada 6, 13, dan 16 Agustus 2021 nanti.
"Sempat dikabarkan hilang selama 2 hari PJ Ketua Umum PB HMI Abdul Muis Amirudin telah kembali memimpin rapat harian PB HMI dan tetap akan terus menjadi garda terdepan memperjuangkan hak masyarakat Indonesia," kata Ilman.
Oleh sebab itu, Ilman berharap kepada seluruh anggota HMI untuk tetap bisa berkomitmen melanjutkan aksi unjuk rasa sebagaimana surat instruksi yang ditandatangani Pj Ketua Umum Abdul Muis Amiruddin dan Sekjen M Akbar Hanubun tertanggal 2 Agustus 2021/23 Zulhijah 1442 H.
"Untuk itu bagi seluruh kader HMI untuk tetap melakukan aksi sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap rakyat khususnya dalam penanganan Covid-19," ujarnya.
"Kami akan tetap memperkuat konsolidasi sebagaimana seruan instruksi yang kami sampaikan", lanjutnya.
Penjabat (Pj) Ketua Umum Abdul Muis Amiruddin sempat dikabarkan hilang sejak 5 Agustus dan baru diketahui keberadaannya pada 7 Agustus setelah dua hari berselang.
Tanggapan PB HMI Ketum Reihan Ariatama Soal Aksi
Menanggapi surat selembaran tersebut, Ketum Umum PB HMI yang terpilih berdasarkan hasik Kongres XXXI di Surabaya waktu lalu, Raihan Ariatama menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan surat tersebut.
"Tidak ada intruksi (untuk menggelar aksi #AgustusMerdeka)," kata Reihan saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (4/8).
Dia pun enggan menanggapi surat instruksi aksi tersebut lebih lanjut, pasalnya dia mengklaim jika sejauh ini seluruh tingkatan kepengurusan HMI di daerah masih solid dan tidak menggubris seruan aksi tersebut.
"Badko dan Cabang sejauh ini masih solid tidak di bawah instruksi mana pun. Jadi, untuk instruksi yang beredar itu (aksi #Agustusmerdeka) bukan dari PB HMI," tegasnya.