Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo dr Joni Wahyuhadi meminta pemerintah memastikan ketersediaan fasilitas tes PCR di Kabupaten/Kota. Mengingat tingkat sensitivitas PCR yang tinggi.
"Kami usulkan ke pemangku kebijakan bagaimana kalau sarana tes PCR harus ada pada setiap Kabupaten/Kota dengan jumlah yang mencukupi," ujar dia dalam Penyampaian Rekomendasi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jumat (30/7).
Dia menegaskan, bahwa penemuan kasus dan penelusuran kontak. Hal tersebut penting untuk penanganan Covid, khususnya di rumah sakit.
Salah satu persoalan yang muncul di rumah sakit, yakni pasien yang datang belum tahu pasti soal kondisi kesehatannya. "Banyak sekali pasien yang datang ke UGD belum dilakukan swab karena memang secara klinis mereka itu Covid tapi datang di UGD belum dilakukan swab. Ini artinya contact tracing penting. pencarian kasus penting," kata dia.
Dia menjelaskan, ada dua jenis pemeriksaan di laboratorium, yakni tes PCR dan swab antigen. Dua jenis tes ini berbeda tingkat sensitivitasnya. "Laboratories adalah pcr karena PCR sensitivitas nya lebih tinggi, 63-70 persen. Swab antigen sensitifitasnya hanya 41,7 persen," terang dia.
Karena itu, pihaknya mengusulkan kan agar tes PCR diperbanyak. Dengan demikian, proses pelacakan kasus bisa berjalan dengan baik.
"Untuk case finding untuk kontak tracing sehingga lebih awal bisa terdeteksi pada saat pasien isolasi apa dia Covid atau hanya flu like syndrome saja," tandas dia.