Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengatakan, dalam satu dua pekan ke depan tidak ada wilayah tanpa risiko. Hanya akan ada resiko tinggi dan risiko rendah.
"Satu dua minggu ke depan, perlu saya ingatkan tidak ada wilayah yang tanpa risiko selama pandemi. Hanya ada risiko tinggi dan risiko rendah. Tidak ada non-risiko. Jadi, apapun yang kita lakukan terutama di luar rumah hanya meningkatkan atau menurunkan risiko penularan Covid-19 terhadap kita dan orang lain," ujar Jodi saat konferensi pers PPKM melalui YouTube, Rabu (21/7).
Jodi mengingatkan, varian delta jauh lebih menular dari sebelumnya. Sehingga, tidak ada kegiatan apapun yang aman dari risiko terpapar Covid-19.
"Varian delta menular jauh lebih cepat dari varian sebelumnya. Jadi, tidak ada kegiatan yang aman dari risiko. Tindakan yang meningkatkan risiko seperti melanggar pedoman dan anjuran dari pemimpin dan ulamanya sendiri akan mengurangi efektivitas dari usaha kita bersama untuk mencegah penularan varian delta ini lebih lanjut," ujarnya.
Pelanggaran protokol kesehatan justru hanya merugikan masyarakat. Malah hal ini bakal semakin menunda relaksasi yang rencananya akan dilakukan pada 26 Juli 2021.
"Pada akhirnya, banyak orang yang akan merugi karena tindakan melanggar panduan prokes dan lalai bisa menunda upaya relaksasi yang direncanakan akan dilakukan pada 26 Juli mendatang," kata Jodi.
"Beberapa orang yang berbuat, puluhan juta orang akan menanggung risikonya. Mari kita camkan baik-baik kenyataan yang tidak menyenangkan ini," katanya.