6 Dokter di RSUD Kepulauan Aru Positif Covid-19, Poliklinik Ditutup Sementara

Enam dari 14 orang dokter yang bertugas di RSUD Cenderawasih Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dilaporkan positif terinfeksi Covid-19.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
6 Dokter di RSUD Kepulauan Aru Positif Covid-19, Poliklinik Ditutup Sementara
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Enam dari 14 orang dokter yang bertugas di RSUD Cenderawasih Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku dilaporkan positif terinfeksi Covid-19.

Direktur RSUD Cenderawasih Dobo Wati Gunawan memaparkan, dokter yang positif Covid-19 terdiri dari seorang dokter spesialis dan enam dokter umum. Mereka awalnya dinyatakan reaktif dari hasil tes cepat antigen. Setelah ditindaklanjuti dengan tes PCR, keenamnya dinyatakan positif Covid-19.

Para dokter itu telah menjalani isolasi mandiri serta perawatan intensif. Kondisi kesehatan mereka dilaporkan semakin membaik.

"Secara umum kondisi kesehatan enam dokter yang terpapar virus corona semakin membaik. Kemungkinan pekan depan sudah bisa beraktivitas lagi," ujar Wati.

Dia menampik rumor berkembang di masyarakat bahwa pelayanan di RSUD Cenderawasih Dobo ditutup sementara, karena tenaga dokter positif Covid-19. "Yang ditutup hanya layanan poliklinik saja, sedangkan unit gawat darurat (UGD) dan ruang rawat inap tetap beroperasi 24 jam karena masih ada tenaga dokter yang melayani," katanya.

Jika ada pasien yang datang untuk kontrol rutin, maka akan diarahkan untuk mendapat pelayanan di UGD. Mereka akan ditangani delapan orang dokter yang masih tetap bertugas.

"Jadi tidak ada penutupan sementara. Pelayanan tetap berjalan normal dan ditangani optimal oleh tenaga dokter lainnya. Kami juga telah melakukan disinfeksi di semua ruangan di RSUD," sebutnya seperti dilansir Antara.

Wati mengingatkan masyarakat untuk lebih ketat menerapkan protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 di wilayah itu meningkat tajam. Bahkan Kabupaten Kepulauan Aru bersama Kota Ambon merupakan zona merah (risiko tinggi) di Provinsi Maluku.

"Hanya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat maka masyarakat dapat terhindar dari penyebaran virus corona," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh, kasus aktif di Kabupaten Kepulauan Aru saat ini mencapai 838 kasus, setelah terjadi penambahan 15 kasus pada 14 juli 2021. Jumlah kasus aktif ini berada di posisi kedua terbanyak setelah Kota Ambon.

Rekomendasi