Lonjakan Kasus Covid-19 Bisa Terjadi Karena Masih Banyak Kasus Tidak Terdeteksi

Tanpa adanya deteksi kasus, sementara mobilitas orang dewasa masih tinggi, Dicky menilai melonjaknya kasus positif pada anak-anak menjadi satu keniscayaan.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Lonjakan Kasus Covid-19 Bisa Terjadi Karena Masih Banyak Kasus Tidak Terdeteksi
Covid-19. ©2020 Merdeka.com

DKI Jakarta menjadi satu dari beberapa provinsi dengan lonjakan kasus positif Covid-19 sangat tinggi. Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menilai lonjakan ini akibat dari akumulasi pelbagai faktor.

Satu faktor terpenting adalah masih banyak kasus dari macam-macam klaster tidak terdeteksi oleh pemerintah. Akibatnya, mobilitas warga yang diduga terkonfirmasi positif Covid-19 tidak dapat diantisipasi dengan optimal.

Tanpa adanya deteksi kasus, sementara mobilitas orang dewasa masih tinggi, Dicky menilai melonjaknya kasus positif pada anak-anak menjadi satu keniscayaan.

"Orang dewasa mobilitasnya meningkat tetap banyak, dan tidak terdeteksi, dan ini meningkatkan potensi paparan bukan hanya pada anak sebenarnya tapi juga pada lansia," ucap Dicky, Selasa (22/6).

Meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat berskala mikro, langkah itu sudah tidak dapat lagi secara efektif membendung penambahan kasus.

Faktor lain penyebab derasnya penambahan angka kasus Covid-19 menurut Dicky adalah belum maksimalnya partisipasi masyarakat dalam upaya testing dan tracing. Ia tidak setuju dengan pandangan minimnya jumlah testing dan tracing lantaran masyarakat enggan untuk dites.

Namun, kondisi itu diingatkan Dicky agar tidak dijadikan dalih minimnya jumlah testing dan tracing dalam penanganan pandemi.

Perlu ada strategi komunikasi pemerintah agar menempatkan masyarakat sebagai subjek penanganan pandemi, sehingga kewajiban pemerintah dalam melakukan testing, tracing, dan treatment dapat berjalan maksimal.

"Kalau tidak ada dukungan dari masyarakat ya tidak efektif juga, orang enggak mau dites. Untuk membangun peran serta masyarakat itu pemerintah perlu membuat strategi pengendalian pandemi yang lebih bagus. Itu juga membangun kepercayaan publik," pungkasnya.

Rekomendasi