Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di daerah pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah, meliputi Kota Solo, Kabupaten Klaten, Sukoharjo dan Boyolali. Percepatan perlu segera dilakukan menyusul melonjaknya kasus di sejumlah daerah.
Tak hanya Dapil V yang menjadi basis pendukungnya saat Pemilu Legislatif, dia juga mendorong daerah lain di Jawa Tengah agar melakukan langkah-langkah yang sama.
"Kenaikan kasus di Jawa Tengah terus terjadi pascalibur Lebaran, di antaranya di Kabupaten Kudus dan sekitarnya terjadi lonjakan pasien Covid-19. Bahkan hampir sulit dikendalikan. Komitmen saya yang punya dapil di satu kota dan tiga kabupaten ini ikut melakukan percepatan," ujar Puan di sela meninjau vaksinasi di Pendapi Gede Balai Kota Suolo, Sabtu (22/6).
Ketua DPP PDIP itu mengaku ingin mengunjungi seluruh wilayah Dapil V, namun terkendala situasi penyebaran Covid-19 yang belum terkendali. "Sebenarnya tadi saya juga mau muter (berkeliling) ke Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali, melihat vaksinasi sejauh apa. Tapi karena situasi tidak kondusif, akhirnya hanya di Solo saja," kilahnya.
Meski batal dikunjungi, Puan memastikan vaksinasi tetap dilakukan di daerah-daerah itu. Tujuannya agar kasus di Jawa Tengah bisa segera dikendalikan.
Puan juga meminta setiap kepala daerah untuk bisa secara terbuka menyampaikan laporan terkait kondisi wilayah dengan jujur. Dia juga minta masyarakat agar melaporkan ke satgas jika terjadi kendala dalam melakukan tracing maupun testing.
"Jangan menyembunyikan kondisi wilayah kita masing-masing. Kita punya masalah besar tidak mungkin bisa menyelesaikan sendiri. Pemerintah pusat bisa menyelesaikan tetapi jika pemda juga mau koordinasi," tandasnya.
Lebih lanjut ia berpesan kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan meski sudah divaksin. Karena, vaksin hanya menambah kekebalan tubuh, bukan berarti tidak bisa terpapar.
"Untuk kondisi di Solo, sejauh ini sudah cukup kondusif. Saya tanya Mas Wali di Solo bagaimana, ternyata sudah melarang jamuan atau kumpul-kumpul. Itu betul," pungkas dia.