Persiapan Belajar Tatap Muka, Tenaga Pendidik Swasta di Tangsel Segera Divaksinasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan, memperkirakan pemberian vaksin Covid-19 bagi tenaga pendidik dan kependidikan pada sekolah negeri di Tangsel, telah tuntas.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Persiapan Belajar Tatap Muka, Tenaga Pendidik Swasta di Tangsel Segera Divaksinasi
Vaksinasi tenaga pendidik di Jakarta. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan, memperkirakan pemberian vaksin Covid-19 bagi tenaga pendidik dan kependidikan pada sekolah negeri di Tangsel, telah tuntas. Selanjutnya, pemberian vaksin ditujukan bagi tenaga pendidik dan kependidikan bagi sekolah swasta, lembaga kursus dan tenaga pendidik warga negara asing.

"Sebetulnya berbasis data dari Dinas Pendidikan berdasarkan dapodik (data pokok pendidikan), sepertinya sudah hampir semua (pendidik sekolah negeri) divaksinasi," kata Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendarlin dikonfirmasi, Sabtu (5/6).

Maka dari capaian tersebut, saat ini Dinkes Tangsel, sedang mempersiapkan pemberian vaksin Covid-19 bagi tenaga pendidik dan kependidikan lain di luar sekolah negeri. Seperti tenaga pendidik non formal, guru lembaga kursus, guru swasta dan tenaga pengajar Warga Negara Asing.

"Tinggal sekarang menyasar ke tenaga pendidik lainnya. Bahkan, non formal juga sudah disasar, yang menyelenggarakan kursus termasuk swasta, guru-guru WNA yang sudah KTP sini dan punya surat izin tinggal sementara," kata dia.

Dari proyeksi pemberian vaksin bagi tenaga pendidik dan kependidikan pada sekolah Negeri di Tangsel itu, Dinkes Tangsel, memastikan kemungkinan sekolah negeri yang ada, siap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Untuk itu, dia juga meminta tenaga pendidik dan kependidikan di Tangsel, yang seharusnya telah menerima vaksin namun, terkendala suatu hal, untuk mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

"Kalau vaksinasi untuk sekolah-sekolah negeri sepertinya sudah semua. Pada saat ada yang belum divaksin karena ada yang berhalangan, tidak datang, kami tetap buka datang ke puskesmas terdekat untuk vaksinasi," terang Alin.

Alin juga mengingatkan bawah pembukaan kegiatan PTM di sekolah, harus melalui proses berjenjang guna memastikan keamanan pelaksanaan PTM di sekolah tersebut. Evaluasi terhadap kegiatan PTM di masa Pandemi juga harus terus dilakukan.

"Prosesnya berjenjang. Kami lihat lapangannya (sarpras sekolah) seperti apa, kemudian nanti akan uji coba dulu misalnya satu pekan. Lalu evaluasi akan dilanjutkan atau tidak," kata dia.

Rekomendasi