Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari mengklaim, belum ada kasus berpotensi kematian terkait dengan vaksin AstraZeneca di Indonesia. Walaupun di Inggris dan Eropa saat ini sedang sedang mempelajari keterkaitan vaksinasi dengan potensi kematian, namun kasus tersebut masih bersifat dicurigai dan sangat langka.
"Di Indonesia, meskipun di UK dan Eropa pun keterkaitan dengan vaksinasi sedang dipelajari, dicurigai dan sangat langka, dan mekanisme bagaimana belum terjawab, jadi sebenarnya kita vaksinasi ini aman, kita lakukan," katanya dalam acara dialog mengupas tuntas tentang vaksin AstraZeneca dalam Youtube FMB9ID_IKP, Selasa (25/5).
Dia memastikan vaksin Astrazeneca aman. Sebab vaksin tersebut beredar di masyarakat sudah melewati penelitian berbasis data serta prosedur uji klinik fase 1-3 berdasarkan persetujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Ada contoh, ilustrasi data, bahwa negara yang melaksanakan program imunisasi jelas menunjukkan angka penurunan kesakitan dan kematian. Jadi lebih baik divaksinasi daripada tidak divaksin," ungkapnya.
Diketahui bahwa seorang pemuda 22 tahun asal Buaran, Jakarta Timur, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia sehari setelah disuntik vaksin AstraZeneca. Ia menerima suntikan dosis keduanya pada 5 Mei lalu di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat.
Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI, Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
"Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang telah divaksinasi Covid-19 itu karena penyebab lain, bukan dari vaksin yang diterimanya," tegasnya.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tenang dan mencaritahu informasi mengenai vaksin Covid-19 dari sumber yang bertanggungjawab.