Indonesia Negara Dengan Nilai Keagamaan Kuat, Hentikan Ghibah dan Fitnah

Hentikan saling hujat dapat menciptakan keributan.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Indonesia Negara Dengan Nilai Keagamaan Kuat, Hentikan Ghibah dan Fitnah
Indonesia. © Amodmag.com

Masyarakat terus diingatkan agar menghentikan fitnah, hoaks dan juga ujaran kebencian. Dakwah-dakwah harus kembali diisi yang mengajak terus merajut asa memperkuat ukhuwah. Hentikan saling hujat dapat menciptakan keributan.

"Indonesia adalah negara dengan nilai-nilai keagamaan kuat. Hentikan ghibah dan fitnah, jangan jadikan mimbar-mimbar dakwah menjadi mimbar debat pemecah ukhuwah," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Majalengka Maman Imanulhaq dalam keterangannya, Senin (17/5).

Menurut Maman, ada tiga poin penting yang perlu ditanamkan dalam diri. Pertama adalah pensucian diri tidak boleh ada iri, dengki, penyebaran hoaks serta fitnah.

"Juga tidak boleh ada upaya untuk merancang perilaku radikalisme atau terorisme karena orang yang hatinya suci akan selalu mencintai sesama dan mencintai negeri," kata anggota Komisi Agama DPR ini.

Yang kedua dan ketiga, lanjut Maman, bagaimana menjaga hubungan dengan Sang Pencipta. Kerjakan yang memang dianjurkan dan tinggalkan sesuatu yang memang bertentangan dengan ajaran agama dan hukum di dunia.

"Tidak akan pernah dia berani untuk mencaci maki dan memfitnah saudaranya sendiri," tuturnya.

Maman mengatakan persaudaraan sesama umat manusia, persaudaraan seagama, dan persaudaraan nilai-nilai kebangsaan sangat penting dijaga. Terlebih saat itu bangsa ini masih diuji dengan Pandemi Covid-19. Untuk itu menggelorakan optimisme serta menjalin kebersamaan, gotong royong harus terus dilakukan.

"Jadi tidak boleh ada orang yang mencoba untuk nyinyir lalu terus membuat narasi narasi negatif. Kalau kita hari ini mau bekerja maka gotong royong adalah kunci dan kedua optimisme," tandasnya.

Rekomendasi