Adam Ibrahim alias AI (44) tersangka penyebar berita bohong babi jadi-jadian atau babi ngepet hanya bisa tertunduk di hadapan polisi. Mengenakan baju tahanan, Adam mengakui perbuatannya. Dia sengaja merekayasa isu soal babi ngepet untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungannya.
Di hadapan petugas, Adam yang dikenal sebagai ustaz itu mengaku khilaf. Dia pun menyatakan permohonan maaf kepada warga Kampung Bedahan, Sawangan, Depok. Dia mengaku awalnya hanya ingin menyelesaikan persoalan karena ada warga yang mengeluh kehilangan uang Rp 1-2 juta.
"Sehingga timbullah di hati dan pikiran saya dan kita semua ini hal tersebut, agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita. Saya akuin itu adalah salah yang sangat fatal. Ini hanya rekayasa pribadi saya sendiri, hanya untuk menyelesaikan apa yang disolusikan kepada saya," kata Adam, Kamis (29/4).
Ide tersebut diakui spontan saja tercetus. Dia pun memutuskan untuk membeli seekor babi dari komunitas pecinta hewan secara online seharga Rp900.000 plus ongkos kirim Rp200.000. Adam tidak bekerja sendiri. Dia dibantu tujuh rekannya.
"Babinya dikirim melalui jasa pengiriman tepat pada jam 22.55 WIB," tukasnya.
Ketika pesanan datang, babi itu kemudian dilepas di depan rumahnya. Babi itu kemudian jalan ke titik yang telah disiapkan. "Babi itu baru datang dan dilepas di depan rumah saya. Jadi dilepas dan kita menunggu babi itu sampai datang, karena dari posisi yang dilepas sangat mudah bagi babi itu untuk jalan ke titik yang disiapkan," ceritanya.
Adam mengaku sengaja merekayasa isu soal babi tersebut. "Saya akui itu adalah salah yang sangat fatal dan sekali lagi atas kejadian ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk warga Bedahan, seluruh warga negara Indonesia," ucapnya.
Ditanya apakah rekayasa yang dilakukannya itu sebagai upaya pengalihan isu yang sedang marak di Depok, Adam membantah. "Ini bukan pengalihan isu ataupun apa pun itu," pungkasnya.
Sebelumnya, polisi menegaskan bahwa isu babi ngepet itu adalah berita bohong atau hoax. Cerita itu dikarang oleh AI dengan motif tertentu.
"Kami sampaikan bahwa semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoax itu berita bohong. Sebenernya yang kejadian itu tidak seperti apa yang diberitakan tiga hari yang lalu. Saya sampaikan, kasus ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta," kata Kapolres Depok Kombes Imran Edwin Siregar.
Ditegaskan juga bahwa babi yang disebut-sebut menggunakan kalung berwarna merah juga bohong. "Jadi kalau disampaikan sebelumnya babi tersebut ada kalung di leher ikat kepala merah itu adalah bohong. Sekali lagi saya sampaikan bohong tidak benar," tegasnya.