Cerita Korban Gempa Malang, Tinggal di Tenda dan Berharap Bantuan Rekonstruksi

Rumah Sutrisno (65) di Desa Majang Tengah, Dampit, Kabupaten Malang, rata dengan tanah dan nyaris tidak ada barang yang dapat dimanfaatkan. Televisi di ruang tengah hancur menjadi beberapa bagian, begitu pun peralatan dapur terkubur material yang runtuh akibat gempa bumi, Sabtu (10/4).

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Cerita Korban Gempa Malang, Tinggal di Tenda dan Berharap Bantuan Rekonstruksi
Korban gempa Malang membersihkan puing-puing rumahnya. ©2021 Merdeka.com

Rumah Sutrisno (65) di Desa Majang Tengah, Dampit, Kabupaten Malang, rata dengan tanah dan nyaris tidak ada barang yang dapat dimanfaatkan. Televisi di ruang tengah hancur menjadi beberapa bagian, begitu pun peralatan dapur terkubur material yang runtuh akibat gempa bumi, Sabtu (10/4).

Sutrisno sementara tinggal di tenda bersama para tetangga lain yang bernasib serupa. Sedangkan anggota keluarga perempuan tinggal di rumah tetangga yang kondisinya lebih beruntung.

Kondisi rumah Sutrisno tergolong parah, sehingga tidak dapat ditinggali lagi. Rumahnya seketika roboh saat terjadi gempa bumi.

"Saat gempa pertama itu miring, begitu guncangan kedua langsung roboh," kata Sutrisno di sisa-sisa rumahnya Rabu (13/4).

Puluhan rumah di lingkungan Sutrisno juga bernasib sama, hingga mereka memilih tinggal di luar rumah. Kediaman mereka retak-retak dan sangat mengkhawatirkan untuk ditinggali, bahkan beberapa dirobohkan demi keamanan.

Kini Sutrisno dan istri sibuk membersihkan puing-puing material dan memilah sisa-sisa barang yang dapat dimanfaatkan. Petugas TNI dan BPBD memimpin pembersihan itu.

Hingga hari ketiga, Sutrisno mengaku telah menerima bantuan berupa uang tunai Rp 200 ribu. Dia juga menerima paket sembako.

Kondisi serupa juga dialami Mujito (65) yang rumahnya juga roboh akibat gempa bermagnitudo 6.1 itu. Rumah Mujito harus dirobohkan akibat kondisinya yang retak-retak dan membahayakan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono mengatakan, 3.682 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi Sabtu (10/4). Lokasinya tersebar di 24 kecamatan.

"Sebanyak 1.571 unit rumah mengalami rusak ringan, 1.115 rumah rusak sedang, dan 996 unit rumah rusak berat," kata Sadono di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (12/4).

Selain itu, kerusakan juga terjadi di 170 unit sekolah, 45 unit tempat ibadah, 9 unit fasilitas kesehatan, dan 13 bangunan fasilitas umum rusak.

"Korban jiwa hingga siang ini tiga orang, sedangkan yang luka jadi 54 orang," katanya.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembenahan rumah korban gempa bumi. Jumlah bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Rumah rusak berat disiapkan dana stimulan Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan sebesar Rp10 juta.

Baik Sutrisno dan Mujito berharap rumahnya segara dapat ditinggali lagi. Mereka berharap mendapatkan bantuan untuk kembali membangun tempat tinggalnya.

"Sampai sekarang saya belum tahu, belum dapat kabar apa-apa," tegas Sutrisno.

Rekomendasi