Taryati, pemilik warung yang menemukan benda mencurigakan bertuliskan FPI Munarman mengaku tak menyangka kalau barang tersebut menjadi viral dan heboh.
Padahal waktu awal ditemukan semalam, dirinya hanya menduga bahwa itu adalah paket dari kurir online shop yang berisi sepatu. Namun ketika dipegang dan benda tersebut terasa berat, Taryati langsung tersadar kalau itu bukan paket miliknya.
“Aku kira paketan sepatu datang. Aku ada pesan sepatu cuma kan baru kemarin Sabtu (pesan) masa sudah datang. Masa belum dibayar ditinggal (di warung)?” katanya, Senin (5/4).
Keyakinannya bahwa benda itu bukan miliknya, semakin kuat ketika sang suami juga ikut memegang dan merasa berat. Karena curiga akhirnya Taryati melapor ke Ketua RT.
“Aku taruh lagi karena berat dan bukan sepatu pesanan saya. Sekitar sekilo beratnya. Saya lapor Pak RT karena takut paketan nggak benar,” ujarnya.
Ketika Ketua RT datang, benda mencurigakan tersebut sempat dicongkel menggunakan sapu. Karena banyak yang penasaran dengan isi benda tersebut. Namun ketika dilihat di lapisan luar benda itu terbungkus kertas. Ketua RT kemudian melapor ke Polsek Limo. Dia mengaku tidak tahu siapa pemilk benda tersebut.
“Datang polisi banyak. Nggak tahu juga punya siapa. Namanya warung ya yang datang banyak. Cuma yang mencurigakan ya nggak tahu,” akunya.
Taryati menuturkan, pembeli yang datang ke warungnya kebanyakan pekerja proyek. Dia mengaku tidak hafal satu per satu pembelinya.
“Semua yang beli ya kayaknya banyakan orang-orang proyek. Kalau orang lewat suka beli ya nggak kenal aku ya nggak tahu. Tapi, enggak mencurigakan begitu. Kita ya enggak was-was, namanya orang biasa, beli ya kita enggak perhatiin,” tambahnya.
Kasus ini masih dalam pemeriksaan Polres Metro Depok. Sedangkan benda mencurigakan itu masih diperiksa Tim Gegana.
Sejauh ini polisi sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mencari titik terang benda mencurigakan itu.
“Ada tiga saksi (yang diperiksa),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP I Made Bayu Sutha.