4 Guru Positif Covid-19, Satgas Hentikan Belajar Tatap Muka di SMA Negeri 1 Bangka

Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memerintahkan pihak SMA Negeri 1 Sungailiat menghentikan proses belajar tatap muka selama sepuluh hari. Instruksi disampaikan setelah empat guru di sekolah itu terkonfirmasi positif Covid-19.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
4 Guru Positif Covid-19, Satgas Hentikan Belajar Tatap Muka di SMA Negeri 1 Bangka
Jubir Satgas Covid-19 Bangka, Boy Yandra, menyampaikan instruksi penghentian belajar tatap muka di SMA Negeri 1 Bangka. ©2021 Merdeka.com

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memerintahkan pihak SMA Negeri 1 Sungailiat menghentikan proses belajar tatap muka selama sepuluh hari. Instruksi disampaikan setelah empat guru di sekolah itu terkonfirmasi positif Covid-19.

"Sesuai instruksi Ketua Satgas Covid-19, kegiatan belajar mengajar tatap muka di lembaga sekolah itu agar ditutup sementara karena diketahui empat orang guru terkonfirmasi positif Covid-19," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra di Sungai Liat, seperti dilansir Antara, Senin (29/3).

Dia mengatakan, penghentian sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka selama 10 hari ke depan terhitung mulai hari ini. Hanya 30 persen guru yang diperbolehkan ke sekolah.

"Kami sudah melaporkan empat orang guru di SMA Negeri 1 Sungailiat yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke BPBD provinsi termasuk melaporkan untuk menghentikan sementara belajar tatap muka," kata Boy Yandra.

Dia menyarankan agar proses belajar mengajar dilanjutkan dengan sistem work from home (WFH) atau dalam jaringan untuk memutus penyebaran virus di lingkungan sekolah. "Keempat guru yang diketahui positif berdasarkan hasil test rapid antigen terhadap tiga orang dan satu orang hasil tes polymerase chain reaction yang dilakukan petugas kesehatan," katanya.

Guru yang diketahui positif Covid-19 masing-masing berinisial Al, Ir, S, dan Ms. Satgas menjadwalkan penyelidikan epidemiologi (PE) dan melakukan swab bagi yang dianggap kontak erat dengan keempat guru tersebut mulai Selasa (30/3). Langkah itu dilakukan petugas dari Puskesmas Kenanga.

Rekomendasi