Orang tua Akseyna Ahad Dori alias Ace, Marsekal Pertama TNI Mardoto mengungkapkan sejak awal kematian anaknya pada 26 Maret 2015 pihak kampus tidak berpihak padanya. Padahal saat itu anaknya masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (MIPA UI).
"Dari awal, UI cenderung tidak berada di pihak Ace, mahasiswanya. UI sulit diharapkan," kata Mardoto, Jumat (26/3).
Dia justru mendapat banyak dukungan dari pihak lain. Salah satunya dari warganet. Dia pun berharap agar kasus kematian anaknya menemukan titik terang.
"Bantuan hukum malah diberikan kepada pihak-pihak yang lain, yang terkait kasus ini juga. Bantuan dan dukungan dari Netizen sangat banyak. Tidak ada bantuan/dukungan kampus. UI tidak mau membentuk Tim Investigasi sejak awal," ujar dia.
Kendati demikian, dia tidak patah arang. Pati Sahli Kasau Bidang Polhukam itu menduga ada pihak yang tidak ingin kasus tersebut terungkap.
"Ada upaya dari institusi/orang tertentu, supaya kasus Ace tidak terungkap,” kata dia.
Mandeknya kasus ini diduga disebabkan dari tidak ada dukungan kampus tempat Akseyna mengemban ilmu. Namun Mardoto tidak tahu apa alasannya. Dia hanya menyebutkan sejak awal pihak kampus memang tidak berpihak pada Ace.
"Institusi UI yang sejak awal tidak ada dipihak Ace," kata dia.
Namun perwira tinggi di Angkatan Udara itu meyakini kasus tersebut akan terungkap suatu saat nanti. Dia juga meyakini bahwa pembunuh anaknya adalah orang dekat.
"Ya orang terdekat. Masih menduga yang sama. Siapa nya, nggak mungkin saya ungkapkan. Bagian dari pengumpulan informasi,” pungkasnya.