Angga Santana Dewa (27) mengaku penganiayaan dan kekerasan yang dia lakukan terhadap ZM (2), karena emosi dan kesal akibat pertengkaran dengan bibi korban AW, yang merupakan pacar dari pelaku.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pelaku. Aksi kekerasan pelaku terhadap Balita berusia dua tahun itu, dilakukan lantaran pelaku emosi terhadap ulah anak dua tahun tersebut.
Selain itu, pelaku mengakui bahwa dirinya baru saja bertengkar dengan sang pacar atau bibi korban, berinisial AW.
"Mungkin pelaku melampiaskan emosi (kepada bayi) dan tersangka sempat cekcok dengan pacarnya dan sehingga mungkin akumulasi marah emosi," ucap Kapolres dalam keterangan pers di Mapolresta Tangerang, Selasa (16/3).
Sebelumnya, Angga Santana Putra (27), diamankan Polres Kota Tangerang, atas tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban balita.
Aksi kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap anak balita itu kemudian viral, setelah video yang direkam pelaku dilihat oleh pacar pelaku. Dari video itu, pacar korban AW kemudian melaporkan tindakan penganiayaan yang dialami keponakannya itu kepada orang tua korban. Untuk kemudian dilaporkan ke Polres Kota Tangerang.
Atas perbuatannya, pelaku Angga dijerat pasal 80 ayat 1 dan 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara 5 tahun.
Advertisement
Sengaja Rekam Video Untuk Efek Jera
Angga Santana Dewa (27), pelaku kekerasan dan penganiayaan terhadap anak Balita berinisial ZM (2), sengaja merekam video kekerasan yang dia lakukan terhadap keponakan pacar korban berinisial AW.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, aksi pelaku menganiaya korban karena emosi dan cekcok yang terjadi antara pelaku dengan pacarnya AW.
Dari keterangan pelaku Angga Santana kepada Polisi, dirinya sengaja merekam video penganiayaan itu, untuk membuat jera korban balita itu.
"Motif tersangka merekam, sebagai efek jera, jadi kalau nanti nangis atau membuang HP maka ditunjukan video itu," jelasnya.