Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta agar pemerintah memperhatikan keselamatan transportasi udara. Terlebih dunia penerbangan menjadi salah satu aspek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Artinya modal transportasi udara masih menjadi pilihan. Bahkan menjadi back bond bagi tumbuhnya perekonomian di negeri kita. Kita tahu pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan dengan seberapa cepat dan banyak terjadinya lalu lintas manusia ataupun barang dan jasa di Indonesia," kata AHY.
Hal itu diungkapkan AHY saat menghadiri webinar yang digelar oleh, ormas sayap Partai Demokrat, Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI), Rabu (24/2). AHY juga berharap, IMDI menjadi bagian yang konsen terhadap keselamatan transportasi.
AHY meminta pemerintah mengevaluasi peristiwa kecelakaan transportasi udara yang kerap terjadi. Karena menurut AHY, masyarakat membutuhkan transportasi yang paling cepat dan aman.
AHY mengatakan, apabila sektor penerbangan semakin maju dan berkembang, ketimpangan etimologi yang dimaksudkan bisa semakin baik.
Namun AHY menekankan, bukan mencari siapa uang salah dalam sejumlah insiden kecelakaan pesawat yang kerap terjadi di tanah air. Melainkan menjadi evaluasi untuk mencari solusi agar peristiwa atau musibah kecelakaan pesawat tidak terulang lagi.
"Kegiatan ini mencari solusi bukan mencari siapa yang salah. Tentunya ke depan tidak ingin mengulang kesalahan apa yang telah terjadi," papar AHY.
Menurut AHY bilamana harus memilih keselamatan dan kenyamanan, dirinya berkeyakinan rakyat Indonesia memilih keselamatan.
"Ke depan transportasi udara harus semakin baik. Ke depan, regulasi dan manajemen perlu dilakukan dengan baik. Harapannya penerbangan udara akan menjadi baik," tutur putra sulung Presiden keenam RI itu.
Advertisement
Sementara itu, Ketua Umum IMDI Michael Wattimena berharap hal yang sama. Dia ingin peristiwa seperti jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang di perairan Karawang, Jawa Barat dan baru-baru ini jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta tidak terulang lagi.
"Kita berharap agar pemerintah lebih memperhatikan dan meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan transportasi udara, dan juga darat dan laut. Transportasi melalui udara adalah masalah serius, karena bilamana musibah terus terjadi dampaknya sangat dahsyat," tegas mantan pimpinan Komisi V DPR RI ini.
Masukan lain, lanjut pria yang biasa disapa BMW ini, pemerintah dapat bersikap tegas terhadap maskapai jika terbukti melakukan kelalaian.
Di sisi lain, Michael meminta maskapai dapat mengevaluasi dari peristiwa penyebab jatuhnya pesawat dengan mengacu hasil investigasi resmi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pilot dan teknisi penerbangan ke depan dapat memperhatikan kerusakan atau masalah apa saja yang sering menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat," ujarnya.
Michael menilai, perkembangan teknologi harusnya mempermudah melakukan pemeliharaan secara berkala. Selain itu, regulator dunia penerbangan juga perlu memperhatikan agar semua maskapai secara sungguh-sungguh menjalankan standar operasional prosedur (SOP), bahkan kalau perlu diaudit.
Mewakili pemerintah, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, Dadun Kohar menjamin pemerintah selalu melakukan evaluasi dari sejumlah peristiwa kecelakaan transportasi udara.
"Kita akan terus memperbaiki diri dalam upaya menjaga keselamatan transportasi udara,” jelasnya.
Menurut dia, beberapa faktor penyebab terjadinya kecelakaan, di antaranya faktor kelalaian, sistem, dan operator penerbanga. Selain itu, kurangnya memberikan pendidikan dengan prosedur yang baik dan juga kondisi cuaca yang sangat buruk menambah daftar penyebab terjadinya kecelakaan di Tanah Air.