PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri selaku penerbit buku pelajaran SD Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang memuat soal 'Ganjar tidak pernah bersyukur' dilaporkan ke polisi. Konten dalam buku tersebut dianggap menyebarkan ujaran kebencian kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
PT Tiga Serangkai menilai laporan tersebut merupakan hak setiap warga negara.
"Itu kan hak setiap orang ya. Kami akan kooperatif dan siap dimintai keterangan," ujar Corporate Secretary PT Tiga Serangkai Hari Sumarsono saat dihubungi wartawan, Senin (15/2).
Hari mengatakan, pihaknya sudah dimintai keterangan oleh Polda Jawa Tengah sejak kasus soal buku pelajaran itu viral di media sosial. PT Tiga Serangkai pun, menurutnya, sudah kooperatif dengan menyerahkan dokumen yang diminta kepolisian.
"Kita sudah dimintai keterangan dulu. Sudah di-BAP sampai jam sepuluh malam. Kamis kemarin kami diundang ke Polda Jateng untuk menyerahkan dokumen yang mereka minta," terangnya.
Selain itu, lanjut Hari, PT Tiga Serangkai juga minta ke Polda Jateng agar difasilitasi untuk bertemu Gubernur. Namun menurutnya, sampai saat ini belum bisa mendapatkan kesempatan bertemu Ganjar Pranowo. Pihaknya berharap bisa segera bertemu orang nomor satu di Jawa Tengah itu.
Ia menyampaikan, saat ini ada banyak kelompok yang meminta bertemu dengan pihak Tiga Serangkai untuk mengklarifikasi terkait buku tersebut. Padahal pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada Kesbangpol, kepolisian dan media.
"Memang akhir-akhir ini banyak kelompok yang datang mengatasnamakan relawan atau apa. Mereka minta klarifikasi, minta foto. Kita juga minta maaf karena pandemi kita tidak bisa mengakomodasi seluruh permintaan," tutup dia.