Wagub Jabar Sebut Asrama Haji Bekasi Sudah Layak Digunakan Sebagai RSD Covid-19

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, asrama haji di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi sudah layak digunakan sebagai rumah sakit darurat (RSD) untuk pasien Covid 19 tanpa gejala. Menurut dia, RSD tersebut akan segera dibuka untuk umum.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wagub Jabar Sebut Asrama Haji Bekasi Sudah Layak Digunakan Sebagai RSD Covid-19
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Tinjau Pusat Perbelanjaan dan Tempat Ibadah. ©2020 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, asrama haji di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi sudah layak digunakan sebagai rumah sakit darurat (RSD) untuk pasien Covid 19 tanpa gejala. Menurut dia, RSD tersebut akan segera dibuka untuk umum.

"Tempat ini sangat representatif, saya menyatakan ini sangat layak untuk dipergunakan," kata Uu di sela peninjauan persiapan Asrama Haji Bekasi sebagai RSD Covid-19, Kamis (4/2).

Ada dua gedung yang akan digunakan. Yaitu gedung Mina D dan E. Kapasitasnya kamar tersedia mencapai 120.

Dia mengatakan, setiap kamar memiliki dua tempat tidur yang layak. Dilengkapi dengan pendingin ruangan.

"Fasilitas penunjang memang sudah sangat baik," kata Uu.

Dia menjelaskan, pemerintah tidak membatasi domisili pasien yang ingin dirawat di RSD itu jika sudah dibuka. Warga di luar Jawa Barat berhak mendapatkan akses perawatan di sana, sepanjang pasien tidak memiliki gejala.

"Seandainya ada pasien dari luar Jawa barat, termasuk mungkin misalkan dari wilayah DKI Jakarta, kami tidak menolak, silakan saja," ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, gedung-gedung milik pemerintah akan dimanfaatkan sebagai tempat isolasi pasien terpapar Covid 19. Sebab, karantina mandiri di rumah dianggap tidak efektif, karena justru menimbulkan klaster keluarga yang semakin masif.

Penggunaan tempat khusus sebagai lokasi isolasi, kata Kang Emil, memudahkan tenaga kesehatan melakukan pemantauan, serta menghindari penularan virus di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Rekomendasi