Banjir hingga menyebabkan longsor di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tak hanya menghilangkan harta benda bagi warga yang menjadi korban. Namun juga menyisakan duka.
Salah satunya dialami Lia. Bocah perempuan berumur enam tahun ini masih trauma dan sesekali menanyakan keberadaan keluarganya yang dinyatakan tewas tertimbun tanah longsor di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pertengahan Januari 2021.
"Keadaan Lia sehat tetapi masih trauma. Cerita Bibi Lia, tiga hari setelah longsor dia mencari ayah, mama, dan saudaranya," kata dr Monika Astria Hutagalung, Senin (1/2).
Dokter muda itu, bersama rombongannya menjenguk Lia yang saat ini diasuh bibinya di sebuah pondok kayu di area perbukitan di Dusun Cabai, Desa Patikalain. Selain pengobata, memberikan trauma healing terus dilakukan Monika dan tim untuk Lia.
"Lia kita kasih banyak boneka, cokelat dan logistik untuk kebutuhan hidupnya. Kita lihat di pondokan kayu itu mereka memerlukan alat masak, pakaian, juga sandal," ujar dia.
Camat Hantakan, Kartadipura, menambahkan sampai saat ini jasad ayah dan kakaknya, belum bisa ditemukan. Pihak keluarga sendiri sudah menganggap tanah bekas longsoran sebagai kuburan orang tua dan kakak Lia.
"Sudah dilaksanakan pencarian tidak ketemu, pihak keluarga sudah menganggap tanah bekas longsoran itu menjadi kuburan mereka jadi tidak diganggu lagi," kata dia.
Hari ini, Monika bersama relawan dari Barabai, relawan Kandangan dan organisasi Gerakan Aksi Baik, menyisir Kecamatan Hantakan dan Batu Benawa membagikan logistik, pemeriksaan kesehatan dan melakukan trauma healing kepada anak anak korban banjir bandang.
Sementara itu, saat terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Mandila, Desa Patikalain Kecamatan Hantakan, ayah, mama dan dua saudara Lia meninggal dunia tertimbun tanah longsor, Rabu (13/1).
Beruntung Lia berhasil diselamatkan warga setempat dalam timbunan tanah. Rumahnya beserta tiga buah rumah tetangganya sampai saat ini masih tertimbun tanah longsor, begitu pun satu balai adat masyarakat Dayak.
"Yansyah (Suami), Icam (Istri), Idun (8) anak pertama, Yanda (6) anak ke tiga. Lia (4) anak ke dua selamat," kata Yani, orangtua korban bernama Yansyah, Kamis (21/1).
Yani bercerita longsor yang menimpa anak, menantu dan cucunya itu menjelaskan, bahwa jenazah Icam dan Yanda sudah bisa didapatkan.
"Sudah kami laporkan ke tentara," ujarnya.
Sementara itu, sudah hampir 8 hari hingga kini jasad Yansyah dan Idun, cucu Yani itu belum ditemukan. Sambil menunggu bantuan, masyarakat setempat berupaya untuk menggali menggunakan tangan dan cangkul namun tidak membuahkan hasil.
"Longsornya menutup rumah," ujarnya, yang datang bersamaan keluarganya ke posko untuk mengambil sendiri makanan dan melaporkan.
Camat Hantakan, Kartadipura membenarkan dan sudah mengetahui kejadian itu dan dua orang itu sudah masuk dalam data orang hilang akibat banjir bandang.
"Ya, longsor akibat banjir makanya masuk daftar korban juga," ujarnya.
Sementara itu, dampak banjir di Desa Patikalain, rumah rusak berat sebanyak 11 dihuni 41 jiwa, rumah hilang 12 dihuni 60 jiwa dan masyarakat yang dinyatakan hilang dua orang. Total rumah rusak ada 66 rumah dan 235 jiwa.