Pemkot Solo Siapkan Anggaran Rp 3 Miliar untuk Vaksinasi Covid-19

Saat ini 8.500 Vaksin Sinovac telah berada di penyimpanan gedung milik Dinas Kesehatan di Kelurahan Bumi, Laweyan. Jumlah tersebut masih kurang 3.000 dosis dari yang diajukan ke Pemprov Jawa Tengah.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pemkot Solo Siapkan Anggaran Rp 3 Miliar untuk Vaksinasi Covid-19
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Pemerintah Kota Solo menyiapkan anggaran Rp3 miliar lebih untuk operasional kegiatan vaksinasi Covid-19. Anggaran tersebut diambilkan dari dana tak terduga atau DTT Pemkot Solo.

“Anggarannya kita sudah siapkan dengan DTT. Jumlahnya Rp 3 miliar sekian. Nanti kan bisa memberikan anggaran lagi,” kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Rabu (27/1).

Dia mengatakan, persiapan vaksinasi Covid-19 untuk tahap pertama sesi kedua bagi para tenaga kesehatan dan pendukungnya terus berjalan.

Saat ini 8.500 Vaksin Sinovac telah berada di penyimpanan gedung milik Dinas Kesehatan di Kelurahan Bumi, Laweyan. Jumlah tersebut masih kurang 3.000 dosis dari yang diajukan ke Pemprov Jawa Tengah.

“Untuk yang 3.000 kita segera berkoordinasi agar segera dikirim. Karena provinsi juga menarget, sehingga vaksinnya harus tersedia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo, Siti Wahyuningsih menambahkan, ribuan vaksin tersebut akan di suntikan untuk tenaga kesehatan dan pendukung yang sudah melakukan vaksinasi sebelumnya. Menurut rencana proses penyuntikan akan dimulai pada 28 Januari mendatang.

“Ini untuk suntikan kedua, dengan nakes sama. Yang saya jadwalkan mulai tanggal 28 harus mulai,” jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya baru menyelesaikan penyuntikan tahap pertama untuk nakes dan tenaga pendukung yang belum mendapatkan e-ticket. Data dari pemerintah pusat menjadi kendala fasilitas kesehatan untuk melaksanakan tugasnya.

Menurutnya, hingga Selasa, sudah 76 persen nakes yang selesai menjalani Vaksinasi Covid-19. Dari total 10.620 nakes yang ada, sudah 8.400 yang selesai divaksin tahap pertama sesi pertama. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi dibanding kota lain di Indonesia.

“Kita sudah 76 persen, tertinggi di Indonesia, kemarin. Mudah-mudahan tidak dikejar oleh yang lain. Kalau tidak gerak, kita bisa disalip yang lain. Karena memang Solo nakesnya banyak. Kita sudah 8.400,” pungkasnya.

Rekomendasi